Petani Bawang di Arso Merugi

Ponira memindahkan bawang yang baru dipanen  ke dalam keranjang Ahad (19/1) kemarin. Para petani bawang mengaku merugi dengan hasil panen saat ini. (Gamel Cepos)

JAYAPURA  – Sejumlah petani bawang  merah di Arso mengaku merugi. Ini lantaran faktor cuaca dan hama ulat. Alhasil dari target panen yang bisa mencapai 1 ton mereka hanya bisa mengumpulkan 3-4  kwintal. Para petani juga tak bisa berbuat lebih dan hanya memilih pasrah. “Ini sudah kali kedua, kemarin pertengahan tahun 2019 dan sekarang di   awal tahun 2020,” kata Ponira, petani bawang di Arso IV Keerom, Ahad (19/1).

Wanita paruh baya yang sudah hampir 10 tahun menjadi petani bawang ini menjelaskan bahwa faktor cuaca membuat hujang jarang turun. Para petani juga biasanya mengandalkan air dari kolam dan meski masih bisa menyiram namun efeknya dikatakan berbeda. “Kalau hujan itu suhunya lebih dingin dan bawangnya besar-besar tapi sekarang hujan jarang turun sehingga kami hanya menyiram dengan air kolam tapi ini tidak banyak membantu. Air tidak meresap hingga ke bawah,” katanya.

Untungnya harga bawang di pasar tidak anjlok melainkan masih stabil namun jumlah produksi yang terus mengalami penurunan. “Untuk harga jual masih terbilang normal, sekilo dijual Rp 25 ribu tapi jumlah hasil panen kami yang menurun,  siung bawangnya kecil-kecil dan jauh dari biasanya,” kata Ponira. Ditambahkan Siyem bahwa hama ulat juga cukup mengganggu karena ulat menggerogoti daun bawang sehingga bawang tan bisa tumbuh sempurna. “Yang jelas panen kali ini kami merugi, tidak balik modal dan faktor kesulitan air yang paling utama ,” kata Siyem.

Selain itu kata Siyem saat ini bawang maupun cabe juga mengalami nasib yang sama. Selain jumlah panen menurun, pedagang juga tak bisa mengirim ke Wamena maupun Merauke sehingga angka penjualan juga menurun. “Kadang seperti ini kami pasrah saja, mau bagaimana lagi sebab air juga terbatas dan kami sangat bergantung pada hujan,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *