Masih Lemah Penanganan Kawasan Hutan Lindung Cycloop

Kawasan hutan lindung gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura. Penanganan kawasan ini dilinai masih lemah dan tidak konsisten. perlu kepedulian masyarakat, semua stakeholder bersama pemerintah

Kapolres: Harus Dibicarakan Secara Konsisten

SENTANI- Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon, mengakui penanganan terhadap aktivitas perambahan di sekitar kawasan cagar alam dan hutan lindung pegunungan Cyckloop masih sangat lemah. Hal ini disebabkan karena tidak adanya konsisten dari semua pihak yang bertanggung jawab mengenai persoalan itu.

” Selama ini  kumpulnya kaget-kaget, hari ini kumpul besok tidak. ( Seharusnya,red) Ini harus dibicarakan secara konsisten,” kata AKBP Victor Macbon saat ditemui, Sabtu (18/1).

Lanjut dia, selama ini pengawasan terhadap Cyckloop itu memang  sempat berjalan baik pasca bencana itu, mungkin yang perlu diperhatikan bersama adalah semua perlu lebih fokus lagi.

“Fokus  itu apa? bertemu,  evaluasi itu dibilang fokus. Supaya dari situ semua pihak yang terlibat di dalam pengamanan terhadap kawasan penyangga dan cagar alam pegunungan Cyckloop ini bisa mengetahui apa saja perkembangannya dan yang terupdate seperti apa,” katanya.

Menurutnya perambahan di sekitar kawasan penyangga dan hutan lindung kawasan pegunungan Cyckloop merupakan persoalan besar yang tidak boleh dianggap sepele. Untuk itu dalam  penanganannya,  masalah ini harus melibatkan beberapa stakeholder. “Kita ini mau mengumpulkan 1 stakeholder saja susah. Apalagi kalau bermacam stakeholder. Itulah tantanganya  di situ. Kita jangan dulu bilang bagaimana mencegah kita harus upayakan ada soliditas kebersamaan terlebih dahulu supaya saling sharing informasi,” ujarnya.

Dia mengaku untuk mengambil tindakan tegas terkait perambahan Cyckloop sebenarnya tidak sulit karena berkaitan dengan itu sebenarnya sudah ada aturan yang jelas. Itu  ada daerah cagar alam dan daerah penyangga daerah-daerah itu sama sekali tidak boleh ada aktivitas. ” Kecuali nanam, mencabut itu udah nggak boleh,”bebernya.

Ditanya terkait  aktivitas masyarakat yang sampai saat ini masih melakukan pembakaran di area penyangga dan hutan lindung kawasan pegunungan Cyckloop. Dia meminta wartawan supaya bisa menanyakan persoalan itu ke pihak-pihak yang mempunyai tugas dalam mengatur dan mengawasi hutan lindung di kawasan Cycloop.

“Silakan Nanti ditanyakan ke fungsi yang berperan. Ini tolong juga diingatkan juga, ya kumpulin. Kalau inisiasi dan cuma semangatnya  dari kami kami. Kami ini siap, TNI Polri ini siap. Karena itu menjadi tugas kami. Cuma kita ini harus fokus. Ini perlu dilaksanakan hanya butuh konsistensi,” tegas mantan Kapolres Timika itu.

Dia mengaku sejauh ini perhatian dari pemerintah daerah kabupaten Jayapura dalam hal dalam hal ini Bupati Jayapura Mathius Awoitauw sudah sangat baik. Hanya saja belum semua mampu menterjemahkan kebijakan dan program Bupati.

“Pak bupati sudah mendorong, tinggal kita yang dibawah harus bisa menjabarkan, melaksankan apa yang menjadi arahan beliau. Kan tidak mungkin tiap hari pak bupati arahkan, yang dibawah inilah yang ( proaktif) berperan,” tambahnya. (roy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *