Tukang Loak Itu pun Batal Jadi Jenderal Bintang Tiga

PUSAT KERAJAAN: Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat meninjau lokasi Keraton Agung Sejagat (KAS) di Desa Pogungjurutengah (15/1)

Bakal Dijadikan Tempat Wisata “Runtuhnya” Keraton Agung Sejagat (KAS) tak hanya menyeret sang raja dan permaisuri menjadi tersangka. Tapi, juga berimbas pada para penggawa yang menjadi korban penipuan.

Untuk membantu warganya yang turut menjadi korban KAS, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menggandeng rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat. Tujuannya, mendampingi eks pengikut kerajaan abal-abal yang dipimpin Totok Santoso itu.

Total pengikut KAS 450 orang. Dari jumlah tersebut, 66 orang merupakan warga Purworejo. Masing-masing mengalami kerugian materi berbeda-beda. Mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Banyak di antara mereka yang sampai harus mengorbankan harta benda. Mulai menjual sapi hingga sawah.

Selain itu, para korban menanggung beban moral dan sosial. Terutama di lingkungan sekitar mereka. Sebab, banyak opini yang beredar bahwa mereka menganut ajaran sesat.

Karena itu, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti memerintah setiap desa dan kecamatan untuk mendata warganya yang menjadi korban.’’Setelah dilakukan pendataan, nanti ada pendampingan dari pihak RSUD dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo,” katanya.

Jika memang ada warga yang kejiwaannya terganggu, lanjut Yuli, psikiater akan turun untuk menangani. Tentunya didampingi petugas puskesmas setempat.

Disinggung soal pengawasan perizinan bangunan keraton, Yuli menuturkan bahwa pihaknya kecolongan. Sebab, Totok bukan warga Purworejo. Pria 42 tahun itu diketahui ber-KTP Jakarta.

Hingga kini, lokasi KAS di Desa Pogungjurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, masih ramai dikunjungi warga. Mereka datang dari berbagai kota, seperti Jogjakarta, Solo, dan bahkan Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *