Tukang Loak Itu pun Batal Jadi Jenderal Bintang Tiga

PUSAT KERAJAAN: Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat meninjau lokasi Keraton Agung Sejagat (KAS) di Desa Pogungjurutengah (15/1)

Dalam kolomnya di Jawa Pos (16/1), Adrian Perkasa menulis, revivalisme Majapahit yang dimaksud dalam kasus KAS adalah ide akan kebangkitan suatu masa keemasan yang pernah dicapai kerajaan tersebut pada masa lalu. Menurut Henley dan Davidson (2008), revivalisme semacam itu semakin menjamur di Indonesia pascareformasi karena berbagai faktor. Di antaranya, politik, ekonomi, dan sosial.

Dalam bahasa lain, kepincutnya para penggawa KAS akan iming-iming seragam, jabatan, dan bayaran itu bisa jadi karena dalam benak mereka sudah tertancap keyakinan akan zaman kemakmuran itu. Zaman ketika kekuasaan dunia dikembalikan ke Jawa dan segala kemerosotan dibenahi, seperti yang dijanjikan Totok lewat KAS.

Siti mengenang bagaimana Totok pernah bercerita bahwa dirinya pernah jadi agen CIA, lembaga intelijen Amerika Serikat (AS). Di lain waktu, Totok juga mengaku pernah menerbangkan pesawat tempur dari Pentagon alias Kementerian Pertahanan AS.

Siti dan Teguh tak tahu apa itu CIA dan Pentagon. Tapi, mereka kagum dan percaya penuh dengan cerita sang raja.

Alasan yang kurang lebih sama, mungkin, yang menyebabkan pula kemunculan sejumlah kerajaan baru. Ada Sunda Empire-Earth Empire di Bandung. Pajang di Sukoharjo dan Djipang di Cepu, Blora.

Pajang dan Djipang memang punya pijakan historis sebagai sejarah. Dan, mereka yang belakangan ”menghidupkannya” lagi beralasan sekadar uri-uri atau ekspresi kebudayaan.

Tapi, untuk Sunda Empire, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, seperti dikutip Radar Bandung, menyebut fenomena itu menunjukkan bahwa banyak yang stres di republik ini. Sayang, Emil –sapaan akrab sang gubernur– tak memerinci apa yang mengakibatkan stres itu.

Yang jelas, nun di Purworejo sana, memang banyak yang sadar telah jadi korban penipuan. Banyak pula yang malu. Tapi, ada juga yang seperti Siti dan Teguh. Ikhlas, tak merasa ditipu, serta masih sepenuhnya yakin bahwa KAS akan membawa mereka ke ”zaman yang dijanjikan” itu. ”Saya kasihan dengan raja dan permaisuri, semoga segera bebas,” kata Siti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *