Sudah Seharusnya Mama-mama Pedagang Mendapatkan Tempat yang Layak

Salah satu mama - mama Papua yang berjualan di pinggir jalan di Expo, Jumat (17/1)

Melihat Mama-mama Papua yang berjualan di pinggir jalan di sekitaran Expo

Serperti apa keberadaan dan keseharian Mama-mama Papua yang berjualan di pinggir jalan di sekitaran Expo?.

Berikut Laporan Noel Wenda-Jayapura

Berada di pinggiran jalan, beratapkan langit dan rindangan pohon, beralaskan tikar di bahu jalan menjadi ciri khas salah satu pasar penyangga di Expo Waena yang ada di batas  Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Kebisingan kendaraan yang melintas, asap, debu dan risiko kecelakaan yang tidak terhindarkan kapan saja bisa terjadi dan ini menjadi hal yang biasa bagi Mama -mama Papua di pinggiran jalan sekitaran Terminal Expo. Mereka bahkan sudah berjualan dipinggir jalan tanpa penutup itu bertahun – tahun lamanya.

Dengan menanti datangnya pembeli terik matahari dan hujan terus saja menyelimuti Mama Papua di tempat itu karena mereka tidak mendapat tempat yang layak untuk berjualan

” Ado anak, (Cenderawasih Pos) kami jualan biasa panas-panas begini sudah, jadi ini panas baru jualan dan kadang kami sembunyi di belakang tembok karena sayuran bisa layu jadi nanti matahari sudah turun baru kami bisa menjualnya lagi,” kata Mama Kogoya yang penjual sayuran di daerah tersebut.

Ia mengaku telah berjualan di tempat itu selama 4 tahun dan selama itu pula belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Bahkan bantuan tenda untuk menutupi dagangan mereka juga tidak pernah mereka dapatkan dari pemerintah.

“Pemerintah tidak pernah bantu, katanya mau bantu terus kasih pindah kita tapi kami tidak tahu sampai sekarang,” Katanya.

Sermentara itu  Sekertris Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) Natan Tebay mengatakan Mama – mama yang jual di Expo sebelum adanya terminal tersebut, Mama-mama Papua sudah berjualan ditempat tersebut.

Sehingga pihaknya mempertanyakan mengapa pembangunan terminal ada, namun pembangunan dan bantuan untuk Mama-mama Papua tidak pernah ada.

Kata natan pemerintah harus memahami bahwa Mama-mama  yang jualan ditempat tersebut seharusnya mendapatkan bantuan karena Mama-mama Papua tersebut berjuang untuk penghidupan keluarghanya dan juga menyekolahkan anak-anaknya.

“Kilo terminal yang ada di batas itu di operasikan maka pasar bagi Mama – mama Papua juga harus ada, jangan buat perbedaan jika mereka tidak di perhatikan,  kami mama – mama akan duduki wali kota,” kata Tebay.

Menurut Tebay dalam master plan yang di buat untuk terminal itu mama – mama minta di satukan tapi proses pembangunan hanya memperhatikan terminal dan mengabaikan pasar untuk mama-mama Papua.

“Mama – mama di Expo minta mereka tetap jualan disitu, dan Solpap kami suda sampaikan ke media bahwa pasar ini merupkan pasar penyangga dan pasar strategis yang harus dibangun dan  mareka berada di posisi yang strategis. Kami sudah sampaikan ke Pemerintah pada hasil mubes 2017 untuk perhatian pasar penyanga mereka,”katanya.

Sementara itu Kepala Dianas Perhunungan Kota Jayapura Justin Sitorus mengatakan permintaan untuk disiapkan pasar bagi mama-mama Papua maka hal ini mesti harus di koordinasikan dulu dengan beberapa pihak dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi selaku pengelola, Kepala Kelurahan, Kepala Distrik dan Dinas Perhubungan Kota Jayapura.

“Untuk sementara pasar ini mau dimasukkan ke dalam terminal atau tidak kami belum tahu tetapi harus di koordinasi dulu dengan adanya pertemuan antara kepala distrik, kepala kelurahan, Dinas Perhubungan Provinsi dan kami sendiri,  untuk pasar ini dimasukkan dalam terminal apa tidak,” katanya.

Namun Ia mengatakan apa yang baik bagi masyarakat tentu akan dipikirkan pemerintah sehingga mama-mama tidak harus berjualan di pinggir jalan tetapi dapat mereka dapat mendapat tempat yang layak.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *