Produksi Minyak Sawit, Perlu Pabrik Mini di Keerom

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager. Yewen/Cepos

   “Kenapa pabrik Arso XII PKS itu tidak bisa beroperasi, karena kapasitasnya terlalu besar, sementara produksi TBS ini menurun, sehingga tidak bisa beroperasi karena kerugian. Solusinya adalah kita mau adanya pabrik mini,” kata Piter.

   Piter, mengatakan dengan adanya pabrik mini, maka buah-buah sawit yang ada ini masih diolah dan dapat dijual dengan kapasitas pabrik mini yang kapasitasnya lebih rendah dan bisa menangani buah-buah yang masih ada. Karena pabrik besar tidak bisa beroperasi, sebab membutuhkan biaya operasional yang sangat tinggi.

   Piter juga menyinggung mengenai masalah kakao yang sudah hampir kurang lebih 3 tahun ini tidak berjalan dengan baik.Hal inilah yang tidak dibereskan oleh  pemerintah daerah. Hampir 100 persen kakao di Kabupaten Keerom sudah tidak ada dan mati karena virus.

   “Hari ini kita bisa lihat, begitu kakao mati, sawit mati, petani beramai-ramai pergi ke usaha palawija, karena begitu banyak mau jual dan bingung tidak ada pasarnya, maka harga jatuh. Karena petani hampir menyiapkan komoditi yang sama, sehingga bingung mau jual kemana,” jelasnya.(bet/tri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *