Produksi Minyak Sawit, Perlu Pabrik Mini di Keerom

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager. Yewen/Cepos

KEEROM-Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus melakukan peremajaan terhadap kelapa sawit yang mati suri. Apalagi ketika kelapa sawit mati, perekonomian di Kabupaten Keerom terlihat mati semuanya.

   Sebelum adanya Kabupaten Keerom, kata Piter, Kelapa Sawit selama ini telah berkontribusi nyata untuk peningkatan daya beli masyarakat, dan peredaran uang di daerah Kabupaten Keerom, tetapi dengan kelapa sawit mati suri, masyarakat mempunyai daya beli dan usaha-usaha ini terjadi kerugian.

   Biasanya masyarakat mempunyai keuntungan bisa Rp 13-14 juta, sekarang malah turun sampai dengan Rp 5 juta. Hal ini jauh sekali ketika kelapa sawit terganggu. Oleh karena itu, dirinya berkomitmen dimana telah melakukan kajian ilmiah dan sekarang sudah melakukan peremajaan di dinding plasma.

  “Tapi sekarang masih ada masalah dengan masyarakat adat, sehingga kita minta masalah adat ini dinegosiasi dan diselesaikan dulu, supaya peremajaan ini tidak terjadi polemik di tengah jalan,” kata Piter kepada Cenderawasih Pos di Keerom, Jumat (17/1).

   Oleh karena itu, selaku Wabup Keerom, Piter sendiri yang turun tangan untuk menyelesaikan masalah hak ulayat di lokasi peremajaan sawit, sehingga kedepan tidak ada masalah lagi yang muncul. Ini penting dilakukan segera, agar beberapa dinding plasma bisa dilakukan penanaman kepala kelapa sawit.

   Tidak hanya itu, untuk jangan pendek, Piter mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan adanya pabrik mini, karena sebagian besar lahan KKPA dan sebagian besar lahan plasma masih memproduksi buah kelapa sawit. Memang ada usia kelapa sawit yang sudah 30 tahun bisa berbuah, tetapi yang berada di usia 20 tahun ke bawah masih ada buah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *