Penerbangan Perintis Dilayani Dua Pesawat

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena Paryono (Denny/Cepos)

WAMENA-Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena Paryono mengungkapkan bahwa 17 rute penebangan perintis yang disubsidi pemerintah  dilayani oleh dua paket penerbangan. Yakni, pesawat pilatus yang melayani 9 wilayah  dan untuk pesawat karavan melayani 8 wilayah yang ada di pegunungan tengah Papua.

   Untuk paket I yang dilayani oleh pesawat pilatus, ada delapan rutenya, yakni Wamena-Anggolok, Wamena-Holuwon, Wamena-Anggruk, Wamena-Subaham, Wamena-Korupun, Wamena-Pasema, Wamena-Wilomo, dan Wamena-Nalka.   Sementara untuk  yang dilayani caravan itu ada sembilan rute, yakni Wamena-Karubaga, Wamena-Tiom, Wamena-Ilaga, Wamena-Ilu, Wamena-Mulia, Wamena-Oksibil, Wamena-Keneyam, Wamena-Mamit dan Wamena-Kobakma. Semua  mencakup wilayah Pegunungan Tengah Papua, dimana penerbangannya sudah mulai pada 10 Januari lalu.

    Kata Pariyono rute dan harga penerbangan perintis ini ditampilkan di terminal  untuk  menghindari mis komunikasi. Harga yang diberlakukan bervariasi tergantung dengan jauhnya jangkauan penerbangan yang dilakukan oleh maskapi yang melakukan angkutan perintis ini.

  “Jadi ada hubungannya dengan total operasi costnya. itu pertimbangan dari jarak lama penerbangan. jadi tidak mungkin sama antara 30 menit dengan 60 menit dasar itu bukan atas keputusan kita tetapi berdasarkan evaluasi dari berbagai faktor. dari pesawat sendiri, kemudian jarak tempuh,asuransi, jadi timbullah dana itu.” Ungkap Pariyono yang mengaku harga paling tinggi itu Rp 300 ribu   untuk penerbangan perintis ini.  “Kami berharap muda-mudahan tidak terbentur karena teknis, kita harapkan bisa berjalan normal sesuai dengan waktu yang terkontrak yaitu 31 Desember 2020.”bebernya

   Ditempat yang sama Pejabat Pembuat Komitmen (PPT) UPBU Wamena Joko Prianto menyatakan untuk penerbangan perintis tahun 2020 ini ada penambahan 4 rute yang pertama Wamena -Oksibil, Wamena – Silimo, Wamena Pasema dan Wamena -Nalca, karena ada kebutuhan masyarakat dan atas permintaan pemerintah daerah.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *