Urban Planing, Banjir Bandang hingga Land Subsidence Perlu Dipikirkan Kepala Daerah

Siasana diskusi pengurus Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Provinsi Papua di Entrop, Kamis (16/1) kemarin. IAGI memberi rekomendasi agar pemerintah juga berfikir soal potensi dan mitigasi bencana. (Gamel Cepos)

Ngobrol Bareng Tentang Geologi Dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Provinsi Papua

Pertumbuhan Kota Jayapura tak bisa dibendung. Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menyiapkan grand design yang tidak membebani kota itu sendiri. Para akademisi dan ahli geologi berkumpul dan memberi sumbang pikiran.

Laporan : Abdel Gamel Naser – Jayapura

Banjir bandang di Kabupaten Palu menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat tanah air. Pasalnya kota dengan penduduk berkisar 400.000 jiwa atau dengan jumlah yang yang tak jauh berbeda dengan jumlah penduduk di  Kota Jayapura pada tahun 2018  ini menelan korban yang tak sedikit. Tak hanya itu terjadinya tanah berjalan atau likuifaksi membuat warga  sempat menganggap musibah itu layaknya kiamat kecil.

Padahal secara teori hal-hal semacam ini bisa dijelaskan oleh mereka yang memiliki disiplin ilmu geologi. Cenderawasih Pos diundang untuk berdikusi dan mendengarkan planing yang disiapkan selama satu tahun termasuk catatan ringan yang penting untuk diketahui masyarakat maupun pemerintah. Kesimpulannya adalah persoalan geologi juga patut diketahui oleh kepala daerah karena Papua termasuk Kota Jayapura berada di atas lempeng atau sesar yang sewaktu-waktu terjadi pergerakan.

Bila tak diantisipasi maka bisa memberi dampak buruk yang tak sekedar korban jiwa tetapi juga kerusakan kawasan yang sangat  berat. Selain itu jangan menunggu ada korban jiwa barulah sebuah kejadian disebut sebagai musibah. “Untuk tahun 2020 kami memiliki tage  line IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) membumi untuk negeri dan akan diawali dengan melakukan deklarasi dan penanaman dalam rangka hari bumi kemudian dilakukan diskusi para-para pinang guna peringatan satu tahun banjir bandang di Kabupaten Jayapura,” kata Ketua IAGI Pengda Papua, Robert Awi, ST MT di Entrop, Kamis (16/1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *