”Raja” dan ”Ratu” Tawarkan Jabatan Menteri sampai Lurah

Raja Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat bersama sang istri Dyah Giatrja yang sering dipanggil Kanjeng Ratu ((ARIF GUNAWAN ABDUL MADJID / JAWA POS RADAR JOGJA) )

Dari aspek yuridis, jelas Rycko, kepolisian telah menemukan berbagai bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status. Dari penyelidikan meningkat menjadi penyidikan. Bukti yang dimaksud terkait penipuan. Dengan cara melakukan penarikan biaya dari masyarakat dengan menggunakan simbol.

”Sehingga masyarakat tertarik dan menjadi pengikutnya dengan mengeluarkan sejumlah uang agar kehidupannya berubah. Ternyata simbol-simbol itu semua palsu. Tempat tinggal juga palsu,” tegasnya.

Rycko menjelaskan, sesuai KTP, Totok tinggal di Jakarta Utara. Sedangkan Fanny yang diakui sebagai permaisuri tinggal di Jakarta Selatan. Sebelum tinggal di dalam kerajaan, pasangan yang menikah siri itu indekos di kawasan Godean, Jogjakarta. Totok dan Fanny ternyata juga sudah membentuk struktur pemerintahan. Yang berkeinginan menjabat ditarik iuran dengan nilai mulai Rp 3 juta sampai Rp 30 juta.

Kabidhumas Polda Jateng Kombespol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, pembentukan kerajaan tersebut sudah terstruktur dan direncanakan keduanya sejak 2018. ”Tadi saya tanya juga kepada mereka berdua, yang menetapkan raja dan ratu itu siapa. Katanya mereka berdua sendiri,” ungkapnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Iskandar, ada yang menyetor sampai Rp 30 juta, tapi belum mendapat jabatan. Jumlah anggota yang telah direkrut sudah mencapai 450 orang dari berbagai daerah. Mereka merupakan masyarakat biasa dari berbagai kalangan.

Sementara itu, struktur dalam pemerintahan kerajaan Totok yang sudah dikonsep adalah membentuk kabinet hingga terendah sekelas jabatan lurah. ”Mereka ini nanti ada resi yang terdapat 13 kementerian. Termasuk juga ada militernya di situ. Ada bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik,” bebernya.

Di bawah resi, lanjut Totok, ada yang namanya bre. Bre itu seperti gubernur. Di bawah gubernur ada yang namanya tekel atau sama dengan lurah. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap motif dari kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *