Di Depapre, Dua Kelompok Warga Bentrok

Ketua DPRD Jayapura, Klemens Hamo dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura, Sorontou saat menenangkan warga  Kampung Supa yang siap menyerang warga Kampung Yapase, di Distrik Depapre, Kamis (16/1). (obert Mboik Cepos)

Satu Rumah Warga Dibakar, Diduga Dalangnya Oknum Anggota Brimob

SENTANI-Seorang oknum anggota Brimob berinisial OY yang kesehariannya berdinas di Biak Numfor diduga menjadi otak terjadinya kerusuhan di Distrik Depapre yang berujung terjadinya pembakaran satu rumah warga di Kampung Supa, Distrik Depapre, Kamis,(16/1).

Peristiwa pembakaran itu dilakukan oleh kelompok warga dari kampung Yapase, Distrik Depapre.

Wakil Ketua DPRD Jayapura, Sorontou yang juga merupakan warga Distrik Depapre menjelaskan, aksi bentrok atau  kerusuhan itu melibatkan dua kampung itu, diduga didalangi seorang oknum anggota Brimob.

“Persoalan yang terjadi di Depapre itu tadinya kami kira masalah sengketa tanah. Kemarin pemilihan (kepala)  kampung di Yapase, keluarga Yaruserai kalah dari keluarga Wabumelena, akhirnya keluarga Yaruserai mabuk- mabukan dan di situ ada oknum anggota Brimob. Dia yang pimpin masyarakat naik ke atas, berkelahi dan langsung bakar rumah,”kata Sorontou kepada wartawan di Sentani, Kamis (16/1).

Usai dialog yang dilakukan pihaknya bersama pihak kepolisian, TNI dan warga, akhirnya disepakati persoalan ini diselesaikan melalui rapat bersama yang direncanakan, hari ini, Jumat (17/1).

Menurutnya, berdasarkan pengakuan warga setempat, persoalan ini juga dipicu oleh rencana pembangunan Tower Telkomsel di Kampung Supa, yang mana sebelumnya sudah disepakati melalui Musrembang di tingkat Distrik Depapre.

Sementara itu, Ketua DPRD Jayapura, Klemes Hamo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendekatan persuasif untuk meredakan suasana yang sempat memanas tersebut. Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta kepada warga dari 2 kampung itu supaya tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat merugikan seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

“Dalam waktu dekat kami minta kepala distrik untuk memfasilitasi supaya bisa menyelesaikan masalah itu,”harapnya.

Untuk korban, baik itu rumah yang terbakar dan hal-hal yang lain yang terdampak dari persoalan itu, pihaknya menyerahkan kepada penegak hukum. “Kami minta supaya hal ini tidak boleh lagi terjadi ke depannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbun mengaku mendengar informasi  keterlibatan oknum anggota Brimob dalam kasus itu. Hanya saja, Kapolres enggan mengomentari terlalu jauh, karena yang bersangkutan bukan berdinas di Polres Jayapura.

“Saya masih cek dulu, masih diperiksa itu. Perkembangan terakhir yang saya dengar, dia sudah diamankan di Polsek dan masih didalami terkait keterlibatanya. Saya hanya dengar tadi, ada yang diperiksa dari Brimob, saya tidak tahu, sebagai saksi atau apa,” jelasnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *