Galang Dana Bangun Gereja, Jemaat GIDI Yerusalem Gelar Makan Sumbang

“Saya minta kepada abang-abang bupati yang lain, Gereja ini siapa lagi yang mau lihat. Apalagi daerah yang kita pimpin ini dibilang mayoritas. Kalau mayoritas,uang kita juga harus mayoritas untuk lihat ini. Ini kewajiban sebagai warga gereja, karena Papua ini dibuka oleh injil bukan pemerintah, maka kita harus utamakan injil dan juga gereja,” imbuhnya.

Gembala Jemaat Yerusalem Doyo, Pdt. Misin Kogoya mengatakan, hari ini pihaknya bisa tersenyum, merasakan suka cita dan melihat kuasa Tuhan menggerakan seluruh jemaat GIDI yang ada Klasis Cyclop Sentani, Port Numbay, Keerom, Japka telah hadir memberikan dukungan yang luar biasa termasuk kader Bupati Mamberamo Tengah Ham Pagawak.

“Kami tidak bisa membalas itu semua. Tetapi Tuhan yang punya segala sumber berkat akan melimpahkan kasih karunia Nya  dan segala berkat Nya dalam segala tugas dan tanggungjawab mereka masing-masing,”ujarnya.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Mamberamo Tengah yang telah memberikan bantuan kepada kami disini. Tuhan telah menggerakan hati anaknya,” tambahnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Bupati Mamberamo Tengah bisa menjadi contoh bagi bupati di kawasan pegunungan tengah supaya mereka bisa menyalurkan berkat untuk mendukung pekerjaan Tuhan terutama penginjilan.

Ketua Klasis Cyclop, Pdt. Reinhard Ohee mengatakan, jemaat GIDI Yerusalem merupakan satu dari empat jemaat yang terkena dampak banjir 16 Maret 2019 lalu. Sehingga atas pergumulan hampir satu tahun bisa mendapat lokasi baru di Doyo. Dan kini jemaat menggalang dana untuk pembangunan gereja berupa makan sumbang.

Menurutnya, tradisi makan sumbang ini selalu dilakukan, sejak Injil ini dikenal dalam Gereja Injili di Indonedia. “Inilah budaya, selalu terjadi alam pelayanan, baik dalam pembangunan gereja  maupun penginjilan misi baru,” ujarnya.(Humas/reis/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *