Fokus Mekanisme Pengembalian Uang Nasabah

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim saat tiba di gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Hendrisman Rahim hadir menjadi saksi terkait kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

JAKARTA, Jawa Pos – Proses penyidikan kasus penggelapan dana nasabah asuransi Jiwasraya, direspon oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sembari kasus itu berlanjut di Kejaksaan Agung, Kementerian BUMN menyiapkan sejumlah mekanisme terkait upaya pengembalian dana polis nasabah-nasabah asuransi pelat merah itu.

Kementerian BUMN membeberkan beberapa fokus yang akan dikejar sebagai solusi penyelesaian. Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menjelaskan solusi-solusi tersebut akan berkonsenterasi pada unsur bisnis agar uang nasabah bisa kembali, di antaranya adalah upaya restrukturisasi utang. ”Langkah pertama adalah restrukturisasi utang-utang Jiwasraya khususnya untuk saving plan, yang ditargetkan bisa selesai kuartal I 2020,” ujar Arya, kemarin (15/1)

Arya juga kembali menyinggung tentang pembentukan perusahaan holding. Menurut dia, pendirian perusahaan holding mampu membantu penyelesaian kasus Jiwasraya. Namun di sisi lain, Kementerian BUMN masih menunggu selesainya peraturan pemerintah terkait holding tersebut. “Kita menunggu PP-nya, yang kita harapkan prosesnya cepat dan kita harus mematuhi regulasi dimana kita tidak bisa membuat holding tanpa peraturan pemerintah,” tambahnya.

Opsi solusi berikutnya, lanjut Arya, adalah kerjasama beberapa BUMN dengan Jiwasraya untuk membentuk anak perusahaan. Anak perusahaan tersebut diproyeksikan untuk bisa menarik investor-investor baru. ”Harapannya kuartal pertama bisa (terbentuk, red) dan ada investor masuk sehingga dana dari situ dapat dikembalikan ke nasabah,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *