Disegel karena Izinnya Dulu untuk Gedung Olahraga

Pasukan Keraton Agung Sejagat bersiaga saat berlangsung kirab dan wilujengan di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah pada Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020). . (ARIF GUNAWAN ABDUL MADJID / JAWA POS RADAR JOGJA)

Warga, tambah Slamet, sepakat menolak adanya aktivitas tersebut. Pemerintah desa pun menindaklanjuti dengan membuat surat keberatan atas aktivitas yang ada.

Terpisah, saat ditemui di Universitas Islam Indonesia, Gubernur DIJ yang juga Raja Keraton Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X irit bicara ketika ditanya wartawan soal kemunculan kerajaan di Purworejo itu. ”Lho, ora ngerti aku, kok takon aku (enggak tahu aku, kok nanya aku)?” katanya sembari tersenyum kemarin.

Sebagai penanda ”pusat kerajaan”, di lokasi yang akan disegel hari ini terdapat bangunan semacam keraton berbentuk seperti pendapa yang belum selesai dibangun. Di sebelah utara pendapa ada sebuah kolam yang keberadaannya sangat disakralkan. Satu penanda yang tidak kalah penting adalah sebuah prasasti bertulisan huruf Jawa. (*/eno/c9/ttg/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *