Disegel karena Izinnya Dulu untuk Gedung Olahraga

Pasukan Keraton Agung Sejagat bersiaga saat berlangsung kirab dan wilujengan di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah pada Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020). . (ARIF GUNAWAN ABDUL MADJID / JAWA POS RADAR JOGJA)

Rita menjelaskan, keberadaan gedung milik Keraton Agung Sejagat tersebut belum berizin. Izin yang diajukan tidak sesuai dengan peruntukannya. ”Izin yang sudah diajukan adalah pemanfaatan gedung dan lahan yang ada itu untuk gedung olahraga. Tapi ternyata digunakan untuk hal lain,” jelasnya.

Pukulan lain bagi KAS, raja dan ratu mereka, Totok Santosa Hadiningrat, 42, serta Fanny Aminadia alias Dyah Gitarja, 41, diamankan polisi. Mengutip RMOL Jateng, penangkapan mereka dipimpin langsung Dirreskrimum Polda Jateng Kombespol Budi Haryanto. ”Ditreskrimum Polda Jateng telah melakukan upaya paksa penangkapan terhadap dua orang pelaku yang diduga melakukan perbuatan melanggar pasal 14 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” jelas Budi.

Seperti dilansir Jawa Pos Radar Jogja, Totok menyebutkan, keberadaannya meneruskan janji Kerajaan Mataram sebagai kerajaan pemersatu dunia. ”Pekan lalu kami mengadakan wilujengan KAS. Kegiatan itu untuk menyambut kehadiran sri maharatu atau maharaja Jawa kembali ke Jawa,” katanya.

Totok mengklaim bahwa KAS hadir pasca penuaian janji 500 tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit, dari 1518 sampai 2018. Perjanjian itu dilaksanakan Dyah Ranawijaya sebagai penguasa terakhir Imperium Majapahit dengan Portugal sebagai wakil orang-orang Barat di Malaka pada 1518. ”Dengan selesainya perjanjian itu, kekuasaan harus dikembalikan ke tanah Jawa,” ucapnya.

Totok menyebutkan, keberadaan kerajaan akan memperbaiki kemerosotan sistem dunia. Meliputi kedaulatan, bernegara, dan pemerintahan. Cita-cita memang boleh setinggi langit. Tapi hati-hati bisa membentur atap. Itu mungkin yang dirasakan Totok sekarang. Jangankan menyatukan dunia, menghentikan langkah satpol PP saja, pria yang oleh rakyatnya biasa dipanggil ”sinuhun” itu tak akan mampu.

”Penyegelan besok (hari ini, Red) akan dilakukan satpol PP (satuan polisi pamong praja dan pemadam kebakaran, Red) serta tim imb (izin mendirikan bangunan),” kata Rita seraya menambahkan bahwa segel akan dibuka setelah pihak KAS mengurusnya sesuai dengan peruntukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *