Disegel karena Izinnya Dulu untuk Gedung Olahraga

Pasukan Keraton Agung Sejagat bersiaga saat berlangsung kirab dan wilujengan di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah pada Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020). . (ARIF GUNAWAN ABDUL MADJID / JAWA POS RADAR JOGJA)

Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini…

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih kemerosotan dunia, dan mendapat izin dari PBB. Tapi, itu semua tak akan menghentikan langkah satpol PP menyegel keraton mereka pagi ini.

BUDI AGUNG, Purworejo, Jawa Pos

SANG raja mengklaim bahwa kerajaan yang dia pimpin merupakan ”pemersatu” dunia. Dengan tugas utama mendamaikan bumi.

Tak tanggung-tanggung, izin dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pun disebut sudah didapat. Empat ratusan anggota telah pula diseragami, konon dengan biaya Rp 3 juta.

Tapi, setelah kegiatan wilujengan pada Jumat (10/1) hingga Minggu (12/1) lalu melambungkan Keraton Agung Sejagat (KAS), si kerajaan baru dari Purworejo itu harus bersiap terempas kembali ke bumi. Yang hendak mereka damaikan itu.

Jawa Pos Radar Jogja (Grup Cenderawasih Pos) melansir, pagi ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo bakal menyegel ”pusat kerajaan” mereka di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, tersebut. Dengan alasan belum berizin.

”Akan dilakukan penyegelan. Rencananya besok (Rabu, Red) sekitar pukul 09.00,” ujar Kabaghumas dan Protokol Setda Purworejo, Rita Purnama saat berada di lokasi Keraton Agung Sejagat kemarin (14/1).

Menurut Rita, keputusan itu diambil melalui rapat koordinasi yang melibatkan beberapa unsur di Ruang Bagelen Kompleks Kantor Bupati Purworejo. Mulai pemkab, polres, hingga kodim dan diikuti pula oleh Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *