Menghilangkan Sagu Sama dengan Menghilangkan Budaya Papua

Asisten III Setda Kabupaten Jayapura, Timothius Demetouw saat meresmikan rumah Sagu Hirosi yang terletak di Kampung Kemiri  Sentani, Rabu (15/1). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Asisten III setda kabupaten Jayapura Timotius Demetouw akhirnya meresmikan rumah Sagu Hiroshi yang berlokasi di Kampung Kemiri, Sentani.  Kegiatan ini merupakan upaya  pelestarian pohon Sagu Papua di tengah maraknya dominasi makanan non Sagu ditengah masyarakat Papua.
   Timothius Demetouw mengatakan, menghilangkan sagu dari Bumi Cenderawasih itu artinya sama dengan menghilangkan budaya orang asli Papua. Karena pada dasarnya makanan orang Papua bukan nasi atau beras melainkan Sagu.

“Orang Papua dalam pertemuan-pertemuan atau acara-acara apapun kalau dia hadir di situ dan dia disajikan makan nasi sepertinya ada sesuatu yang masih kurang, tapi kalau ada sagu maka dia katakan pesta ini lengkap. Karena sagu itu yang memberikan dia kekuatan baru dalam bekerja dalam berpikir dan sebagainya,” kata Timothius Demetouw dalam sambutannya saat peresmian rumah sagu di Jalan Kemiri Sentani, Rabu (15/1).

   Dia berharap ke depan rumah sagu milik komunitas Hiroshi itu harus menjadi tempat untuk pembelajaran sagu di Papua khususnya di kalangan generasi penerus. Dan itu tentunya harus dimulai dari lingkungan pendidikan mulai dari TK Paud SD SMP SMA hingga perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *