ULMWP:  Vonis Bazoka Dinilai Sebagai Upaya Kriminalisasi

JALANI SIDANG:Terdakwa Yusak Logo alias Bazoka Logo, saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, bulan Desember 2019 lalu.

  Bazoka ditangkap ketika mengkomandoi Aksi Damai dalam rangka menolak New York Agreement 15 Agustus 1962 dan mendukung pertemuan para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik (PIF) dari 18 negara anggota yang berlangsung di Tuvalu pada 15 Agustus 2019 lalu.

  Dalam ULMWP, Bazoka dipercayakan bertanggung jawab atas semua aktivitas politik Papua Merdeka dalam sipil kota di West Papua, sehingga dirinya selaku penanggung jawab, Ia ditelepon oleh Polisi untuk mendatangi kantor Polresta Jayapura. Sekitar pukul 18:57, Intelkam Polres ketemu Bazoka di dekat terminal lama Imbi dan dia bersama Intelkam menuju ke kantor Polisi untuk diminta pertanggung jawaban. Setibahnya di kantor, awal interogasi Polisi tidak singgung sedikit pun tentang aksi ULMWP tanggal 15 Agustus 2019, tetapi Polisi langsung sodorkan interogasi tentang passport (bukan tentang aksi). Padahal awalnya Polisi menghubungi Bazoka untuk dimintai keterangan terkait aksi damai ULMWP.

  Massa aksi setelah diperiksa 1×24 jam, mereka kemudian dipulangkan oleh Kepolisian, namun Bazoka ditahan, hingga hari berikutnya tepat tanggal 17 Agustus 2019. Status Bazoka kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas dasar tuduhan pemalsuan dokumen (passport).

  Setelah jalani proses dari awal penangkapan hingga tahap sidang-sidang di Pengadilan, akhirnya Hakim telah menjatuhkan putusan dan ia akan jalani hukuman dalam waktu yang tersisa (sekitar 7 bulan lagi) di penjara. (luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *