ULMWP:  Vonis Bazoka Dinilai Sebagai Upaya Kriminalisasi

JALANI SIDANG:Terdakwa Yusak Logo alias Bazoka Logo, saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, bulan Desember 2019 lalu.

JAYAPURA-  United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)  menilai, vonis 1 tahun penjara terhadap Bazoka Logo sebagai bukti adanya upaya kriminalisasi terhadap Bazoka.

  “ Sebelumnya, JPU dalam Surat tuntutannya menyebutkan terdakwa Bazoka Logo terbukti melanggar Pasal 266 KUHP atas tuduhan pemalsuan dokumen (pasport), dan mengancam Bazoka dengan pidana selama 3 Tahun penjara, namun ancaman itu berdasarkan bukti-bukti hukum yang ada, Tim Kuasa Hukum Bazoka Logo pada hari Kamis, 9 Januari 2020 telah menepis tuntutan JPU dalam agenda Tuntutan Pembelaan atau pleidoi dan putusan,” ujar Erik Walela, Deputi Bidang Politik ULMWP.

Berdasarkan penemuan bukti-bukti hukum yang disampaikan Kuasa Hukum Bazoka, petugas Imingrasi telah terbukti melakukan pemalsuan surat Pasport RI untuk Bazoka Logo. “ Dengan demikian disini terlihat sangat jelas bahwa, ada indikator kuat yang muncul dimana disini ada upaya Kriminalisasi yang dilakukan oleh Kepolisian Indonesia bersama kantor Imigrasi di Jayapura, dalam rangka mengkriminalisasi pemimpin ULMWP yang memperjuangkan kemerdekaan West Papua secara damai,” terangnya.

  Tidak hanya itu, upaya kriminalisasi dengan target pemimpin ULMWP dan organisasi ULMWP sudah terbaca dan terlihat dari awal proses penangkapan Bazoka Logo, maupun juga aktivis serta pemimpin ULMWP lainnya seperti Tuan Buchtar Tabuni yang sedang menjalani proses di Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *