Penyelesaian Konflik Harus Utamakan Pendekatan Persuasif

JAYAPURA- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jayapura, ikut bersuara mengenai konflik yang terjadi di beberapa daerah yang ada di Papua, seperti misalnya di Kabupaten Nduga, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Intan Jaya, dan beberapa kabupaten lainnya.

   Ketua GMNI Cabang Jayapura, Ricky Bofra, mengusulkan bahwa penyelesaian konflik yang terjadi di Papua tidak lagi menggunakan pendekatan keamanan dan militeristik, tetapi sebaliknya konfik di Papua dapat diselesaikan dengan mengutamakan pendekatan persuasif.

  “Konflik di Papua ini harus diselesaikan dengan menggunakan jalan persuasif. Bukan menggunakan jalan keamanan atau mileteristik. Karena jika masih menggunakan pendekatan keamanan, maka akan sulit menyelesaikan konflik di Papua,” kata Bofra kepada wartawan, saat ditemui di Abepura, Sabtu (11/1).

  Bofra, meminta kepada pemerintah daerah (pemda) kabupaten yang merupakan daerah konflik dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, serta pihak TNI-POLRI, untuk tetap bersinergi dengan mengedepankan pendekatan kultur atau budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *