Pembahasan Sistem Baru Tunjangan Pensiun PNS Masih Alot

Mantan Mendagri itu mengatakan pada sistem pensiun saat ini, iurannya diambil dari PNS dan pemerintah. Sistem ini dikenal dengan sebutan pay as you go. Bagi PNS yang sudah pensiun, mendapatkan gaji pensiun 75 persen dari gaji pokok terakhirnya. “Nah ini lagi-lagi diatur polanya. Tapi yang tahu detail adalah Menkeu,” jelasnya.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah mengatakan pembahasan skema pensiun PNS atau ASN dibahas sejak 2014 lalu. Kemudian PP tentang manajemen ASN keluar 2018. Tapi sampai sekarang regulasi soal pensiun maupun sistem penggajian belum kunjung keluar.

“Memang butuh waktu lama,” katanya. Lina menjelaskan sistem pensiun PNS tentu terkait dengan sistem penggajian. Dia masih menunggu apakah pemerintah jadi menerapkan sistem single salary. Dengan pola tersebut PNS menerima gaji lebih besar sesuai dengan kinerja. PNS tidak perlu lagi “bisnis” perjalanan dinas atau uang jasa fotokopi lagi.

Nah setelah sistem penggajian ditetapkan, bisa sekaligus dengan sistem pensiunnya. Ia mengatakan selama ini beredar dua opsi pensiun PNS. Yakni sama seperti sekarang yaitu pay as you go atau model baru fully funded. Model baru ini sama seperti banyak di perusahaan swasta.

Dengan sistem fully funded PNS bisa menerima uang pensiun lebih besar. Dengan catatan jika ingin uang pensiun besar, maka iuran dana pensiun yang dia bayarkan besar juga. Dengan sistem penggajian PNS saat ini, Lina memperkirakan PNS keberatan jika membayar iuran pensiun besar. Sebaliknya jika sistem gajinya sudah model single salary, PNS diperkirakan tidak keberatan jika harus membayar iuran pensiun besar. Sebab gajinya sudah banyak.

Lina menjelaskan dengan sistem pay as you go sekarang ini, PNS tidak bisa mendapatkan tunjangan pensiun lebih besar. Sebab sesuai acuan 75 persen dari gaji pokok terakhir. Di satu sisi Pemerintah juga ikut membayar iuran PNS-nya. Menurut Lina gaji pensiun 75 persen itu tidak cukup dijadikan biaya hidup sekaligus modal bisnis atau usaha para pensiunan. (wan/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *