Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Sotya Astutiningsih memperlihatkan semen buatanya di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (19/12).FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal. Sotya Astuningsih berhasil membuat semen yang bisa kuat dalam waktu 5 jam sampai 3 hari saja. Semen bernama Geo Fast itu juga ramah lingkungan karena dibuat dari limbah.

Moh. Hilmi Setiawan, Depok, Jawa Pos

SAMPAI namanya dipanggil sebagai peraih BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Innovator Awards 2019, Sotya Astuningsih benar-benar tidak memiliki bayangan menjadi pemenang. Dia tahu masuk dalam tiga nomine penerima penghargaan tahunan tersebut. Tapi sedikit pun tak menyangka dirinyalah sang jawara.

Pengumuman berlangsung pada 9 Desember lalu. Setelah acara, dengan bahagia dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia itu memasang namanya di wall of fame BPPT. Di dinding itu terpajang nama-nama peraih penghargaan tahun sebelumnya.

Ditemui di ruang kerjanya di gedung Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik UI, Sotya menunjukkan dua beton hasil cor dengan menggunakan semen karyanya. Beton dengan bobot masing-masing 3 kg itu berbentuk balok dan silinder. Beton dibentuk silinder karena di tengahnya ada kabel sebagai alat penimbang.

’’Ini sudah paten. (Namanya, Red) Geo Fast,’’ kata perempuan kelahiran Jogjakarta, 10 Mei 1967, tersebut.

Sesuai dengan namanya, semen itu bisa mengeras lebih cepat dan kuat jika dibandingkan dengan semen konvensional. Menurut Sotya, semennya bisa kuat dalam tempo 5 jam dan maksimal 3 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *