Meski tanpa Riba, Harus Teliti Aspek Legal dan Logisnya

Rumah contoh di Perumahan The New Alexandria di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (3/12). Perumahan The New Alexandria merupakan salah satu perumahan yang akan dibangun oleh PT ARM Citra Mulia yang merupakan penipuan berkedok Syariah.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Penjualan Properti Berbasis Syariah Tumbuh Subur, Waspada Praktik Penipuan

Beberapa tahun terakhir, penjualan perumahan dengan sistem syariah semakin tumbuh. Tapi, hati-hati. Sebab, ada juga yang memanfaatkan label syariah untuk menipu calon pembeli.

—–

PENJUALAN properti syariah kini mengalami perubahan. Sebelumnya, untuk mendapatkan rumah secara syariah, seseorang bisa memperolehnya dengan cara kredit pemilikan rumah (KPR) syariah di bank-bank syariah. Tapi, belakangan berkembang properti syariah yang dijual tanpa melibatkan perbankan.

Hampir semua properti syariah menawarkan kemudahan yang sama untuk proses cicilan. Di antaranya adalah tidak melibatkan bank dan tanpa BI checking. Jadi, uang cicilan dibayarkan langsung ke developer atau pengembang. Kemudian, angsuran tidak dikenai bunga untuk menghindari riba. Besaran angsuran flat alias tetap. Lalu, tidak ada denda ataupun sita aset jika terjadi persoalan dalam pembayaran cicilan. Di sejumlah daerah, penjualan properti syariah menjamur. Misalnya, Depok, Bogor, Bekasi, bahkan sampai ke Sidoarjo, Jawa Timur. Lantas, apakah benar penjualan properti syariah seperti itu?

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Huzaimah Tahido Yango meminta masyarakat berhati-hati terhadap pengembang yang menawarkan properti syariah. ’’Harus dilihat dulu legalitasnya. Apalagi, dia bilang tidak perlu lewat bank dan lainnya. Jangan langsung dipercaya,’’ katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *