Isak Tangis Iringi Kedatangan Jenazah Bupati Boven Digoel

MERAUKE-Isak tangis keluarga dan kerabat mewarnai kedatangan jenazah Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop, S.STP., di Merauke Selasa (14/1) siang kemarin.

Jenazah Bupati Benediktus Tambonop diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat Lion Air dan mendarat di Bandara Mopah, Merauke sekira pukul 10.00 WIT.

Jenazah yang diturunkan dari pesawat dan diusung sejumlah pelajar berpakaian putih, disambut Wakil Bupati Merauke Sularso, SE., Wakil Bupati Boven Digoel Chaerul Anwar, ST., Danrem 174/ATW Brigjen TNI R. Abdurrauf, SIP, Sekda Kabupaten Merauke, Drs. Daniel Pauta dan sejumlah pejabat di Kabupaten Merauke untuk memberikan penghormatan, selanjutnya jenazah ditutup dengan bendera merah putih.

Setelah dilaksanakan penghormatan terakhir, jenazah diantar ke rumah duka di Kabupaten Merauke.

Isak tangis warga dari Kabupaten Boven Digoel dan Merauke pecah saat mengantar jenazah ke rumah duka.

Wakil Bupati Merauke Sularso mengatakan, atas nama pribadi, keluarga dan masyarakat Merauke menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya putra terbaik Papua dalam memimpin Kabupaten Boven Digoel.

  “Bupati Boven Digoel adalah merupakan salah satu pemimpin di wilayah Papua Selatan yang menjadi perhatian kita semua. Saya atas nama pribadi, keluarga dan  masyarakat Merauke, turut berbelasungkawa atas berpulangnya almarhum. Semoga arwah beliau bisa diterima di sisi Allah SWT,”ungkapnya.

  Di tempat yang sama Wakil Bupati Boven Digoel, Chaerul Anwar, ST., mengatakan, dengan berpulangnya Bupati Boven Digoel tentu menjadi perhatian dan duka yang mendalam  bagi masyarakat Kabupaten Boven Digoel. Bahkan masyarakat menurutnya, kaget dan tidak percaya kalau kepala daerah mereka telah tutup usia,

Diakui, untuk soal pemakaman almarhum, Wabup Chaerul Anwar mengaku belum tahu dimana dan kapan. Namun Pemerintah Kabupaten Boven Digoel tetap mendukung keputusan dari keluarga.

  “Tapi harapan kami dari pemerintah daerah dan masyarakat almarhum bisa dikebumikan di Boven Digoel. Tapi jika keputusan keluarga tetap di Kabupaten Merauke, kami dari pemerintah daerah harapkan bisa disemayamkan satu malam di Kabupaten Boven Digoel untuk masyarakat memberikan doa dan penghormatan terakhir,” tandasnya. (ulo/dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *