Ditolak Nelayan Natuna, Pemerintah Tetap Kerahkan 477 Kapal

Perahu nelayan bersandar di Pangkalan Nelayan Tanjung Kumbik Utara, Kec. Pulau Tiga Barat, Natuna, Kamis (09/01/2020).--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

Dari permintaan-permintaan tersebut, Riyono menyampaikan bahwa subsidi BBM termasuk yang belum pasti. Apakah akan diberikan atau tidak. “Pertamina siap nggak menyiapkan BBM yang usulan KKP adalah (nelayan Pantura) yang berangkat ke Natuna itu diberikan harga BBM bersubsidi,” terang dia. Menurut dia, kesepakatan terkait subsidi dan harga BBM untuk kapal nelayan dari Pantura akan dibahas lebih lanjut. “Masih nunggu koordinasi antara dirjen migas dengan Pertamina,” tambahnya.

Berkaitan dengan alat tangkap, Riyono menyampaikan bahwa itu tidak dipersoalkan oleh pemerintah. Lantaran kedatangan nelayan Pantura ke Natuna Utara bukan sekedar untuk mencari ikan, dia menyebut, alat tangkap bisa tidak dipermasalahkan. “Sekarang ini misi kita, misinya adalah misi bersama. Alat tangkap apa pun silakan ke sana. Selama ini dalam tanda kutip mengusir nelayan-nelayan China,” bebernya.

Selanjutnya, rencana pemerintah mengirim nelayan Pantura ke Natuna Utara bakal dimatangkan oleh tim kecil. Kemarin, mereka sudah mulai melaksanakan rapat untuk memastikan, siapa, kapan, serta kapal mana saja yang akan berangkat ke Natuna Utara. “Kami masuk tim kecil itu untuk finalisasi kapan, bagaimana, dan siapa yang duluan,” terang dia. (syn/far/oni/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *