Di Peguteng, Uang Tak Layak Edar Masih Tinggi

Aktifitas di Teller Bank Papua Cabang Wamena yang ramai dikunjungi nasabah, Selasa (14/1). Denny/ Cepos

  “Uang lusuh yang tidak layak edar itu uang yang terlipat, kalau kita pegang sudah tidak keras lagi dan juga uang yang kelihatan lama, ini banyak sekali beredar di daerah pengunungan tengah, sehingga kita tukarkan dengan yang baru,”katanya.

  Menurutnya uang lusuh ini dari kabupaten pemekaran juga karena peredaran perekonomian keuangan di beberapa kabupaten pengelola kas daerah ini berpusat di Wamena, sehingga bank Papua  terima penukaran uang lusuh dari Bank BRI, Mandiri dan BNI.    

   Ditambhakan bahwa peredaran uang tak layak edar itu paling banyak untuk kabupaten pemekaran, seperti KCP Tiom, Lanny Jaya. Untuk di Kenyam, itu biasa digunakan untuk pembayaran transaksi, ia juga menambahkan pasca kerusuhan ada yang datang menukar uang pada bulan Oktober-November.

  “Kami juga menerima beberapa uang yang ditukar karena terbakar dan itu diterima karena ada yang masih ada nomor serinya. Kalau yang nomor serinya terbakar kita tidak bisa lakukan penukaran.”tuturnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *