Berulah di Mimika, KKB Tembak Dua Bus PT. Freeport

LOKASI PENEMBAKAN: Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi anggota Brimob saat melakukan pengecekan di lokasi penembakan dua bus pengangkut karyawan milik PT Freeport Indonesia di Distrik Tembagapura,  Kabupaten Mimika, Senin (13/1).

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan saat ini tim gabungan TNl-Polri masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga setelah melakukan penembakan melarikan diri ke dalam hutan.

“Untuk situasi pasca penembakan di area tambang PT. Freeport masih dalam kondisi aman kundusif,” ucap Kamal.

Adapun kronologi penembakan terhadap Bus milik PT. Freeport Indonesia di MP 53-54 yang diduga dilakukan oleh KKB yakni  sekira pukul 07.00 WIT Bus Karyawan berangkat dari arah Tembagapura menuju ke arah Timika.

Pukul 08.40 WIT, di area MP 53, tiba-tiba terdengar suara letusan sebanyak 5 kali dan mengenai 2 bus bagian belakang dalam konvoi tersebut. Diperkirakan penembak berada di posisi ketinggian dan langsung melarikan diri ke arah Sungai.

Pukul 10.00 WIT, menerima laporan anggota di TKP, Kapolda Papua didampingi Kapolres Mimika dari Mako Brimob Den B Mimika menuju ke TKP penembakan di MP 53.

Pukul 10.43 WIT, Kapolda Papua tiba di MP 53 selanjutnya menerima penjelasan kronologis penembakan dari Kasatgas Amole.

Pukul 11.00 WIT, Kapolda Papua didampingi Kapolres Mimika dan Kasatgas Amole serta anggota melakukan pengecekan lokasi yang diduga lokasi arah tembak.

Adapun kerugian material 1 bus mengalami pecah kaca dan 1 bus mengalami bekas tembakan di 2 titik.

Sementara itu, terkait situasi di Kabupaten Nduga pasca kontak tembak KKB pimpinan Eugianus Kogoya dengan personel Brimob Polda Maluku, Kapolda Paulus Waterpauw menyebutkan kondisi di Nduga  telah kondusif.

“Situasi di Kabupaten Nduga aman terkendali, karena setelah kejadian kontak tembak para pelaku langsung dikejar. Hingga saat ini masih ada upaya-upaya pengejaran yang dilakukan,” ucap Kapolda.

Dirinya mengimbau kepada masyarat dan para tokoh-tokoh untuk jangan kwatir  dengan kehadiran aparat di Nduga dan sekitarnya, sebab yang ingin ditangkap dan ingin dilumpuhkan adalah kelompok yang meganggu kenyamanan masyarakat. Termasuk yang melakukan pembantaian terhadap karyawan PT. Istaka Karya.

Disinggung terkait pergeseran pasukan, Kapolda Paulus Waterpauw menegaskan tidak ada. Menurutnya anggota yang  masih ada sudah lebih dari cukup.“Kita lagi mencoba menyusun strategi bagaimana agar bisa menangkap hidup atau mati Egianus,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *