Basoka Logo Divonis Satu Tahun Penjara

JALANI SIDANG:Terdakwa Yusak Logo alias Bazoka Logo, saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, bulan Desember 2019 lalu. (Yewen/Cepos)

Emanuel menjelaskan bahwa dalam proses persidangan, JPU menggunakan dakwaan alternatif dengan dugaan melanggar 261 Ayat (1) ke 1 KUHP junto Pasal 264 Ayat (2) KUHP junto Pasal 266 Ayat (1) KUHP junto Pasal 263 Ayat (1) KUHP.

Namun dalam bantahan terhadap dakwaan, pihaknya sebagai penasehat hukum menegaskan bahwa surat dakwaan JPU tidak cerkat, jelas, dan tidak lengkap, sehingga batal demi hukum.

“Proses penangkapan terdakwa tidak sesuai prosedur KUHAP dan terdakwa adalah korban kriminalisasi aktivis HAM Papua. Namun demikian, majelis hakim dalam putusan sela menolak keberatan atau eksepsi kami dan memerintahkan sidang lanjutan pada agenda pembuktian,” jelasnya.

Dari hasil pembuktian di ruang sidang Pengadilan Negeri Jayapura, pihaknya dari Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua menyimpulkan bahwa Adi Kudligagal tidak merasa dirugikan atas pemalsuan surat yang dilakukan oleh kliennya Bazoka Logo.

Yusak Logo Alias Bazoka Logo didakwa melakukan pemalsuan surat paspor Republik Indonesia bukan pemalsuan E-KTP. Petugas Imingrasi terbukti memalsukan surat Pasport Republik Indonesia untuk Yusak Logo alias Bazoka Logo dan Yeskel Logo alias Bazoka Logo terbukti menjadi korban pungutan liar oleh oknum petugas Imigrasi.

“Pada putusannya, majelis hakim memvonis klien kami dengan hukuman 1 Tahun Penjara dikurangi masa tahanan yang telah dilalui sejak ditahan pada tanggal 15 Agustus 2019 sampai dengan putusan pada tanggal 9 Januari 2020,” tambah Emanuel.

Sementara itu, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)  menilai, vonis 1 tahun penjara terhadap Bazoka Logo sebagai bukti adanya upaya kriminalisasi terhadap Bazoka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *