Burung Paling Setia Ditemukan Dalam Karton Sempit

Burung Julang Papua dimasukkan ke dalam sangkar usai diamankan di pelabuhan Jayapura saat hendak diselundupkan ke luar Papua pekan kemarin.

JAYAPURA – Upaya untuk membawa satwa endemik Papua ke luar Papua hingga kini terus dilakukan. Yang terakhir yang berhasil digagalkan adalah upaya penyelundupan satwa jenis Burung Julang Papua ditemukan dalam karton di pelabuhan Jayapura. Burung ini termasuk satwa dilindungi.

Barang bukti berupa satu ekor Julang Papua langsung dibawa ke kandang transit untuk nantinya dilepasliarkan.

Penyelundupan ini berhasil digagalkan oleh Tim Pelabuhan Laut BBKSDA Papua bersama pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura.

Ini diawali pada Sabtu (11/1) Pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura menemukan sebuah karton mencurigakan di area pelabuhan kemudian bersama-sama tim Pelabuhan Laut BBKSDA Papua melakukan pemeriksaan. Ternyata isi karton tersebut adalah seekor Julang Papua.

Koordinator tim Pelabuhan Laut BBKSDA, Abdul Kahar mengatakan tidak seorang pun di sekitar tempat kejadian mengakui kepemilikan karton tersebut.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Provinsi Papua, Edward Sembiring menyayangkan upaya ini. Pasalnya burung Julang Papua termasuk burung yang paling setia. “Sedih juga sebab hanya satu yang ditemukan dan burung ini merupakan burung yang tidak bisa ke lain hati. Kalau betinanya itu ya dia akan dengan betina itu saja jadi kalau satu diambil maka pasangannya akan sendiri,” jelas Kababes Edward Sembiring melalui ponselnya, Senin (13/1).

Soal pelakunya sendiri dikatakan tidak ditemukan. “Jadi kartonnya ini seperti ditinggal begitu saja, selalu begini. Tapi kami bersyukur karena tidak berhasil keluar Papua,” tambahnya.

Dirinya tak membantah jika sarana kapal laut menjadi media utama untuk menyelundupkan hewan – hewan dilindungi asal Papua keluar. Julang Papua sendiri kata Edward menjadi incaran sama seperti burung Cenderawasih maupun jenis paruh bengkok.

“Itu karena burung seperti ini mudah jinak, terlebih paruh bengkok,” katanya. Untuk Julang Papua yang dibawa ke kandang transit dikatakan saat ini tinggal mengembalikan sifat liar burung tersebut sebelum dilepasliarkan. “Segera kami bawa kembali ke Merauke dan semoga betinanya masih ada” jelas Kababes. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *