Tujuh Pemubat dan Penjual Miras Dijerat UU Pangan 

AKBP Dominggus Rumaropen, S.Sos, MSi (Denny /Cepos)

WAMENA-Kapolres Jayawijaya, AKBP Dominggus Rumaropen mengakui hingga memasuki awal Januari Tahun 2020, sudah ada 7 orang dari pelaku pemuat miras lokal jenis Balo dan CT  yang  telah dijerat dengan undang-undang pangan dengan ancaman hukuman yang lebih besar dibandingkan dengan dengan sanksi Tipiring dan Perda.

   “Sekarang ini sudah 7 orang yang kita amankan dan mereka akan dikenakan undang-undang pangan, Untuk pemeriksaannya di laboratorium sudah masuk pada tahap kedua pemeriksaan, saat ini kami sedang melengkapi pemberkasannya untuk dilengkapi dan dikirim ke Kejaksaan,”ungkapnya Sabtu (11/1) kemarin.

   Rumaropen memastikan kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak atau jangan sampai mencoba membuat minuman keras di Wilayah Hukum Polres Jayawijaya, karena polisi tidak akan segan-segan melakukan penindakan tegas dengan menjerat setiap pelaku yang mencoba-coba membuat bahkan sampai menjual minuman keras racikan.

   Sementara terkait masalah kasus pencurian dengan kekerasan di Wilayah Distrik Pelebaga belum lama ini, Kapolres memastikan bahwa polisi masih melakukan pencarian oknum pelaku yang sengaja melukai salah satu tukang ojek.

   Kata Kapolres, masalah pencurian dan kekerasan yang terjadi di Wilayah Kabupaten Jayawijaya adalah perioritas kepolisian Polres Jayawijaya. Untuk menekan tingginya angka pencurian dan jambret di Wilayah Jayawijaya, ia  akan meningkatkan kinerja dan kegiatan kepolisian di Wilayah Hukum Polres Jayawijaya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *