Tidak Cukup Bukti, PH Minta Kliennya Dibebaskan

BERSUMPAH- Kedua saksi, saat melakukan sumpah janji, sebelum memberikan keterangan sebagai saksi dalam lanjutan kasus kerusuhan Jayapura yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (9/1). (Yewen/Cepos)

“Mereka (terdakwa) ini turun kosong dan tidak ada barang apapun yang mereka bawa saat dipersilakan turun ketika sweping di Polda Papua. Saya jujur mengatakan ini, karena saya sudah bersumpah di depan Alkitab,”ucapnya.

Senada dengan itu, Iman Wenda yang juga merupakan teman terdakwa yang awalnya ditahan di Polda Papua setelah itu dibebaskan menegaskan bahwa pihaknya saat naik mobil dari Kantor Statistik Papua tidak membawa barang apapun seperti yang tertulis dalam BAP terdakwa.

“Kami naik mobil tidak membawa apa-apa dan saat dipersilakan turun dari mobil ketika sweping di Kantor Polda Papua juga kami tidak membawa barang apapun,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, PH terdakwa, Aloysius Renwarin, SH, mengatakan bahwa dengan adanya keterangan dari dua saksi yang dihadirkan ini tentu akan meringankan terdakwa dalam putusan yang akan dilakukan oleh majelis hakim  nanti.

“Yang jelas dengan keterangan ini akan meringankan terdakwa dan kami minta majelis hakim harus adil putusannya, sehingga membebaskan mereka, karena tidak cukup bukti dalam kasus ini,” ujarnya.

Aloysius menyatakan dari keterangan saksi di persidangan telah membenarkan bahwa para terdakwa ini tidak membawa barang apapun saat naik mobil maupun saat turun ketika sweping di Polda Papua.

“Saya harap pengadilan harus adil memutuskan, karena alasan tidak cukup bukti, sehingga mereka harus dibebaskan,” pintanya. (bet/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *