Tidak Cukup Bukti, PH Minta Kliennya Dibebaskan

BERSUMPAH- Kedua saksi, saat melakukan sumpah janji, sebelum memberikan keterangan sebagai saksi dalam lanjutan kasus kerusuhan Jayapura yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (9/1). (Yewen/Cepos)

Lanjutan Sidang Kasus Demo Rusuh di jayapura

JAYAPURA-Kasus kerusuhan 29 Agustus 2019 dengan terdakwa YW dan YT kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (9/1) kemarin malam.

Sidang ini dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Alexander Jacob Tetelepta, SH., dengan hakim anggota  Roberto Naibaho, SH., dan dan Yance Paikala, ST., MM., dengan agenda sidang pemeriksaan saksi-saksi.

Dari keterangan saksi yang dihadirkan oleh Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Isak Wenda menjelaskan bahwa saat menjemput dua orang terdakwa di Kantor Statistik Provinsi Papua, mereka (terdakwa) tidak membawa apa-apa. Kedua terdakwa ini merupakan pemuda gereja yang sehari-hari bermain keyboard di gereja.

“Mereka (terdakwa)  tidak membawa barang apapun saat kita jemput menggunakan mobil di depan Kantor Stastik Provinsi Papua,” ungkap saksi, saat menjawab pertanyaan dari Majelis Hakim.

Menurut Isak, di dalam mobil ada 5 orang di belakang, 5 orang di bagian tengah, dan dirinya bersama anaknya yang membawa mobil di bagian depan. Di dalam mobil juga tidak ada barang-barang apa-apa.

Setelah dilakukan sweping oleh Polda Papua dan diarahkan masuk menggunakan mobil ke dalam Kantor Polda Papua, para terdakwa ini turun tidak membawa barang apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *