Bupati Mamteng Apresiasi Suku Uyo

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, SH, MSi (kanan) bersama Kepala Suku Uyo saat bakar batu di Abe Pantai Distrik Abepura, Kamis (9/1) kemarin.

Bupati meminta masyarakat Mamberamo Tengah, untuk hidup rukun dan damai dengan masyarakat asli yang sudah memberikan tempat tinggal selama tiga puluh tahun.

Selain dengan masyarakat asli, namun juga dengan saudara-saudara yang lain di sini, sehingga apa yang sudah berjalan baik ini tetap terus terjaga.

Bupati RHP menyampaikan, terima kasih juga kepada kepala Suku Uyo, yang sudah melihat masyarakat Mamberamo Tengah dalam kurun waktu tiga puluh tahun.

“Waktu tiga puluh tahun, bukan waktu yang singkat, sehingga patut kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak kepala Suku Uyo maupun masyarakat Nafri,” ucapnya.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Distrik Kobakma dan Megambilis yang sudah menerima kepala suku Uyo sebagai saudara.

“Terima kasih saudara-saudara sudah terima bapak kepala suku sebagai keluarga, hubungan ini hendaknya tetap terjalin sampai Tuhan datang,” imbuhnya.

Bupati dua periode ini juga memberikan apresiasi kepada Suku Gem (suku asli di Kobakma) yang sudah mengizinkan tempatnya untuk menjadi ibu kota.

“Kini kepemimpinan kami sudah berjalan enam tahun, dan semua berjalan dengan aman dan damai, walau di Kabupaten Mamberamo Tengah terdapat lima suku yang memiliki karakter berbeda-beda,”ucapnya.

Kepala Suku Uyo, Pdt. Sepi Uyo mengakui, selama tiga puluh tahun masyarakat Mamberamo Tengah menempati lokasi ini, pihaknya tidak pernah meminta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *