Produksi Telur Lokal Turun

Karyawan Telur Mahkota saat menyiapkan telur yang akan disuplai ke Sentani, Rabu (8/1) kemarin. (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Pasca Natal dan Tahun Baru, produksi telur Mahkota mengalami pengurangan jumlah produksi dikarenakan pengurangan ayam petelur (afker).

Penanggungjawab PT. Harves Pulus Papua, Brand Telur Mahkota, Suparjo mengatakan, saat ini pihaknya memang tengah mengalami pengurangan produksi telur sebanyak 7.000 – 8.000 butir. Total produksi saat ini mencapai 37.000 butir telur.

“Kami sudah mengafkerkan ayam sebanyak 10.000 ekor ayam, namun kami juga telah menyediakan ayam baru sebanyak 20.000 yang masih berusia 17 minggu dan belum bisa bertelur sampai usia 20 minggu – 30 minggu. Dengan total produksi saat ini kami masih dapat memenuhi permintaan konsumen dengan baik. Baik itu distributor besar, distributor kecil maupun pengecer,”ungkapnya  kepada Cenderawasih Pos, Rabu (8/1) kemarin.

Lanjutnya,  menyambut event besar PON XX, pihaknya juga pastikan kesiapan dengan menyediakan telur lokal, terutama dengan menggantikan ayam afker dengan ayam baru, sehingga memaksimalkan penyediaan produksi telur lokal.

Dengan penambahan ayam baru sebanyak 20.000 ekor, nantinya totap produksi akan bertambah sebanyak 17.000 butir setiap harinya. Dengan penambahan ayam baru tersebut,  pihaknya akan lebih siap menyediakan kebutuhan telur di masyarakat.

Sementara itu, terkait dengan harga telur  saat ini yang mengalami kenaikan harga, dikarenakan  kenaikan harga pakan, yang mana harga yang pihaknya sediakan untuk telur besar Rp 70 ribu/rak naik dari harga sebelumnya Rp 65 ribu/rak, telur jumbo Rp 75 ribu naik dari harga sebelumnya  Rp 70 ribu, telur kecil Rp 50 ribu/rak. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *