Aspek Afektif Punya Andil Besar dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik

Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si

Tidak heran memang, sebab, sikap, perilaku atau karakter menjadi indikator penting dalam penilaian, yang mana senyawa dengan tujuan sistem pendidikan dalam mendorong tumbuhnya praktik belajar mengajar yang menumbuhkan daya nalar dan karakter peserta didik secara utuh.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si., memparkan bahwa terdapat tiga aspek dalam konsep pendidikan. Pertama, aspek kognitif, yakni aspek yang berkaitan dengan nalar atau proses berpikir dalam memperoleh ilmu pengetahuan, termasuk kemampuan untuk mengenali dan mengingat materi – materi yang telah dipelajari mulai dari hal sederhana hingga mengingat teori – teori yang memerlukan kedalaman berpikir. Juga kemampuan mengingat konsep, proses, metode, serta struktur.

Kemudian, aspek afektif, yakni berkaitan dengan emosi seperti penghargaan, nilai, perasaan, semangat, minat, dan sikap terhadap sesuatu hal. Sementara itu, aspek psikomotor melingkupi perilaku gerakan dan koordinasi jasmani, keterampilan motorik dan kemampuan fisik seseorang.

“Malah persentase besar harusnya aspek afektif ini. Namun, di Indonesia beda, yang mana condongnya ke aspek kognitif, yakni mengukur kemampuan peserta didik hanya berdasarkan ilmu pengetahuannya saja,” ujar Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si.

Demikian, melalui kebijakan Mas Menteri yang ditetapkan dalam Permendikbud, dalam 3 syarat kelulusan, aspek afektif, dalam hal ini sikap/perilaku yang minimal baik harus diperoleh peserta didik, selain dari pada ilmu pengetahuan, dalam meraih kelulusan dari sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *