Saksi verbalisan Tegaskan BAP Dibuat Tanpa Intimidasi dan Kekerasan

Dua orang saksi verbalisan, saat mengikuti pemeriksaan terhadap sidang lanjutan kasus kerusuhan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Klas 1A Jayapura, Rabu  (6/1).(Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Sidang kasus kerusuhan yang terjadi pada tanggal 29 Agustus 2019 di Jayapura kembali lagi digelar di Pengadilan Negeri Klas 1A Jayapura, Rabu (8/1) kemarin sore.

Sidang ini di pimpin oleh Hakim Ketua Maria Sitanggang, SH, MH,  dan hakim anggota Abdul Gafur Bunguin dan Muliyawan, SH, MH, Abdul Gafur Bungin, SH  agenda pemeriksaan saksi-saksi verbalisan dari penyidik Polda Papua yang melakukan pemeriksaan dan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Adrianus. Y. Tomana, SH, MH, menghadirkan 2 orang saksi verbalisan, masing-masing bernama Haryono selaku penyidik pembantu yang melakukan pemeriksaan dan BAP dan Sarwoko selaku penyidik pendamping dengan terdakwa bernama  Verius Entama.

Saksi Verbalisan, Haryono, menjelaskan bahwa sebelumnya dirinya tidak mengenal terdakwa. Saat melakukan pemeriksaan selaku penyidik pembantu dirinya mengajukan pertanyaan sambil di jawab oleh terdakwa, sehingga yang tertulis di dalam berita acara pemeriksaan (BAP) adalah yang sesuai dengan jawaban dari terdakwa.

“Saya memberikan pertanyaan lalu dijawab oleh terdakwa, sehingga jawaban yang diketik dalam BAP merupakan jawaban yang dijawab oleh terdakwa,” jelasnya saat menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kata Haryono, sebelum melakukan pemeriksaan, dirinya memberi makan dan minum kepada terdakwa. Selain itu, dalam pemeriksaan dan BAP yang dibuat tidak ada intimidasi maupun kekerasan terhadap terdakwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *