Proses Pembangunan Ruko Terbakar Belum Berjalan

Tumpukan Seng bekas terbakar di salah satu bekas bangunan ruko yang terbakar pada saat kerusuhan 23 September yang hingga kini belum dibuang. (Denny/ Cepos)

Terkendala Tempat Pembuangan Sampah Besi

WAMENA – Proses pembangunan Ruko yang terbakar di Kota Wamena, hingga saat ini belum berjalan lantaran sampah besi dari puing –puing bangunan yang terbakar itu tak ada tempat untuk dibuang atau dihancurkan, pasalnya  masyarakat  di sekitar dua Tempat pembuangan akhir (TPA) di Wamena menolak sampah besi dibuang kesana.

Ketua Gabungan pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) cabang Jayawijaya  Freed Huby mengakui Kendala yang dialami salah satunya pembuangan sampah-sampah bekas material yang terbakar apalagi seperti kendaraan, pintu ruko (roling door) bingung mau dibuang kemana. Kalau puing-puing batu tela pasti akan buang di siapa yang butuh timbunan tidak masalah, tetapi khusus untuk besi-besi tua pembuangannya ini yang masalah dan menjadi kendala.

“ Sampah bestu sudah coba buang ke TPA Pisugi, tetapi masyarakat atau pemilih lahan lebih fokus menerima sampah atau limbah yang bisa dikonsumsi ternak  selama ini sehingga menjadi ketergantungan atau hidup ternaknya dari TPA itu sehingga  takmau menerima sampah besi,”ungkapnya Rabu (8/1) kemarin.

  Masyarakat menolak karena itu juga terkait dengan pengangkatan mereka harus pindahkan lagi apalagi ditakutkan mengganggu ternak mereka atau melukai ternak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *