Pedagang Minta Tempat Usaha Tak Dirombak

Aktivitas pedagang di sepanjang pantai Holtekamp yang baru dibangun, mereka berharap pemerintah tidak melakukan pergeseran karena bangunan tersebut baru dibangun. (Noel/Cepos)

JAYAPURA-Rencana Pemkot Jayapura untuk menata dagangan warga yang berjualan di Pantai Holtekamp mendapat reaksi dari para pedagang. Para pedagang umumnya merasa keberatan jika mereka harus membongkar dan menggeser kembali ke belakang.

Ya, menurut mereka banguna n yang baru saja dibangun, sementara untuk menggeser bangunan ke belakang tentu harus dibongkar lagi dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Kami baru bangun ini 2 bulan terus ada yang data dan sampaikan kepada kami dari Satpol PP untuk mundur ke belakang sementara ini kami baru bangun modal pun belum ada yang jelas kami akan rugi,” kata salah seorang  pedagang yang enggan dikorankan namanya Selasa, (7/1) lalu.

Dia mengatakan pihaknya dengan beberapa pedagang lain yang berjualan di sini harus menyewa tempat ini dengan membayar Rp 500 ribu per bulan. “Bangunan ini kami bangun sendiri pemerintah tidak bantu, terus lampu juga belum ada jadi pas waktu  Maghrib kami pulang,” katanya.

Dan yang lebih membuat kesal   ketika pemerintah menyutuh mundur pemilik ulayat tidak mengizinkan karena tanah mereka untuk itu hal ini perlu ada pertimbangan khusus dari pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, Salah satu warga pemilih hal hulayat Berta Omo berharap agar pedagang berharap tidak menjual pinang dan sagu sehingga tidak menganggu masyarakat lokal.

“Kami sudah sampaikan agar pedagang yang datang berjualan di sepanjang pantai Holtekamp ini tidak menjual pinang dan sagu  mereka hanya bisa menjual apa yang menjadi jualan mereka seja seperti sayur mayur dan buah buahan,” katanya. (oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *