Menjemur Buku, Mengepel Lantai, Belajar di Tenda

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (tengah) mengunjungi SDN Cirimekar 02 yang rusak akibat hujan badai di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/1/2020). Nadiem meninjau dan memberikan bantuan berupa 100 paket sekolah untuk sekolah terdampak bencana.. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Kemendikbud akan memberikan bantuan berupa 100 paket sekolah kepada pihak sekolah. Isinya, antara lain, school kit yang berupa seragam sekolah, Pramuka, alat tulis, dan tas.

Ada pula 600 eksemplar modul belajar mandiri, 150 eksemplar materi esensial, serta 1 unit tenda kelas darurat. ’’Buku-buku tersebut sebagai bahan belajar adik-adik semua supaya tidak ketinggalan pelajaran,’’ tutur mantan bos Gojek tersebut.

Siti menuturkan, hari pertama masuk sekolah, 203 siswanya harus belajar di dalam tenda dengan sistem pembelajaran kelas rangkap. Menggabungkan pembelajaran siswa kelas I, II, dan III pada sesi pagi. Kemudian, siswa kelas IV, V, dan VI pada sesi berikutnya sampai pukul 11.00.

Kemarin kegiatan belajar-mengajar belum sepenuhnya berjalan. ’’Have fun saja. Situasi juga belum kondusif,’’ terangnya.

Rencananya, selama proses pembangunan kembali, siswa SDN Cirimekar 2 numpang belajar di SDN Cirimekar 1. Saat ini seluruh guru dan staf sedang mengurus pemindahan tersebut.

Siti menyatakan, setidaknya dibutuhkan waktu 2–3 tiga hari. Paling cepat Kamis (9/1) sudah menempati ruang kelas SDN Cirimekar 1.

Di sana, lanjut Siti, seluruh siswanya akan melakoni kelas siang. Jam pertama pelajaran dimulai pukul 12.00 dan berakhir pukul 16.00. ’’Komunikasi (dengan kepala SDN Cirimekar 1) sudah lewat grup WhatsApp. Sudah dilaporkan kelanjutannya,’’ terangnya.

Siti menaksir kerugian akibat robohnya gedung sekolahnya mencapai Rp 882 juta. Dia tidak menampik bahwa sekolahnya berdiri di tanah labil. Lokasi sekolah yang di berada di pinggir Kali Baru membuatnya rawan longsor.

Sebab, tepi sungai tersebut tidak dibangun tembok penahan tanah. ’’Toilet belakang itu tanahnya sudah retak. Sudah tidak bisa digunakan sekarang,’’ ucapnya sambil menunjukkan retakan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *