Menjemur Buku, Mengepel Lantai, Belajar di Tenda

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (tengah) mengunjungi SDN Cirimekar 02 yang rusak akibat hujan badai di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/1/2020). Nadiem meninjau dan memberikan bantuan berupa 100 paket sekolah untuk sekolah terdampak bencana.. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Terutama tentu di bagian bawah karena derasnya hantaman air. Selain itu, aspal lapangan yang sudah gompal.

Sekolah itu memang juga sempat dijadikan tempat pengungsian oleh warga sekitar pada Rabu (1/1) hingga Jumat sore (3/1). Sebab, hanya sekolah itulah yang tinggi di antara bangunan-bangunan serta rumah-rumah di sekitarnya.

Kemarin siswa yang hadir pun belum banyak. Sebab, di antara total 318 siswa, 256 siswa rumahnya juga kebanjiran. ’’Memang, sebagian besar anak-anak kami rumahnya juga dekat sini, di bantaran Kali Ciliwung. Yang sudah masuk berarti mereka sudah mendapat bantuan dari pihak luar tempat anak-anak itu mengungsi,’’ ungkap Sumarni.

Meski siswa yang hadir sedikit, Sumarni tetap mengintruksi guru-guru untuk tetap mengadakan kegiatan belajar-mengajar (KBM). Yang diadakan di lantai 2 sekolah yang di sana-sini juga masih disesaki tumpukan buku dan barang. Dan, tak berlangsung selama seperti jam sekolah seperti biasanya.

Sebelum KBM dimulai, warga sekolah juga diperintah untuk bekerja bakti membersihkan ruang kelas. Sehari sebelumnya, sekolah dengan luas tanah 2.515 meter persegi itu dibersihkan dengan bantuan penjaga sewilayah Kebon Baru.

Dari data Dinas Pendidikan DKI Jakarta, ada 211 sekolah yang terendam air selama banjir bandang awal tahun ini. Tak heran, bukan cuma SDN Kebon Baru 11 Jakarta yang belum bisa sepenuhnya menjalankan KBM kemarin.

Di SDN Manggarai 03 Jakarta, saat jam sekolah mulai, sejumlah murid juga terlihat mengangkat buku-buku pelajaran mereka yang basah. Lalu menjemurnya di depan kelas masing-masing.

Ada pula yang mengepel lorong sekolah hingga ke ruang kelas. Sedangkan guru-guru memindahkan lemari-lemari di ruang perpustakaan. ’’Hari ini sudah mulai belajar sebenarnya. Hanya, belum efektif. Jadi, kami nyambi di sini,’’ terang Sri Kadarti, kepala SDN Manggarai 03 Jakarta, kepada Jawa Pos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *