Umat Katolik Diajak Terlibat Majukan Seminari   

Pengurus Penggerak Pemerhati Seminari Pastor Bonus Merauke saat dikukuhkan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke Pastor Hendrikus Kariwop, MSC, pada perayaan Natal bersama Seminari Menengah Pastor Bonus Merauke, Sabtu (4/1). (Sulo/Cepos)

  Pastor Hendrikus Kariwop menjelaskan bahwa sejak   para misionaris  hadir di Selatan Tanah  Papua  pengembangan sumber daya manusia  sudah dilakukan dimana mereka mendirikan sekolah-sekolah umum   lebih khusus seminari. “Seminari menengah pernah ada di Keuskupan Agung  Merauke. Terjadi tahun tahun 50-an dan tahun 70-an masih  ada. Namun selanjutnya   di sekolah umum  yang  saat itu  cukup   baik dan bagus. Tapi,  yang khusus  mencerdaskan  pemimpin-pemimpin   gereja hanya  ada satu di STT Fajar Timur di Jayapura. Kebanyakan kami kirim anak-anak  dari sekolah umum tingkat SMA. Tapi kita   tidak membina anak-anak  secara khusus sejak  menengah. Karena itu, kita perlu pengembangan  SDM secara  utuh untuk menjadi  pemimpin-pemimpin  gereja yang berkualitas yang dimulai dari  Seminari Menengah  Pastor Bonus Merauke,’’ jelasnya.

  Pastor Hendrikus Kariwop juga  menjelaskan bahwa akan ada pengembangan seminari  kecil  di beberapa wilayah  yakni di Merauke, Kimaam, Kepi, Mindiptana. Lalu Muting atau Okaba.   “Di seminari kecil ini nantinya akan -anak dididik dengan baik, setelah  itu kemudian dikirim ke Seminari  Menengah  Pastor  Bonus Merauke. Seminari menegah dididik lebih, selanjutnya  akan dididik  ke seminari  tinggi. Ini dilakukan agar-anak-anak  Papua  tidak minder,’’ tandasnya.   (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *