Trauma Anak-Anak di Daerah Konflik Harus Diseriusi

Amoye Pekei, S.Sos, M.Si (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Konflik penembakan yang terjadi sejak tahun 2019 di beberapa daerah yang ada di wilayah pegunungan tengah, seperti di Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Yahukimo, dan beberapa kabupaten lainnya di Papua tentu menyebabkan trauma bagi anak-anak di wilayah konflik tersebut.

  Pekerja Sosial (Peksos) Papua, Amoye Pekei, S.Sos, M.Si, menjelaskan bahwa kasus penembakan yang dilakukan antara pihak TNI-Polri  dengan TPN-OPM/KKB/KSB di beberapa daerah yang ada di pegunungan tengah, seperti Kabupaten Nduga, Intan Jaya, dan beberapa kabupaten lainnya bisa berdampak terhadap trauma anak-anak.

  Artinya hak-hak anak yang seharusnya di dapat dari pemerintah menjadi putus, akibat konflik yang terjadi di daerah mereka masing-masing. Hal inilah sebenarnya yang harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk menjamin dan melindungi dan melayani hak anak-anak yang berada di daerah-daerah yang sedang berkonflik tersebut.

  “Di daerah-daerah yang berkonflik, pemerintah harus hadir memberikan pelayanan khusus bagi anak-anak, sehingga mereka bisa mendapatkan dan mengakses pelayanan, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar lainnya,” jelasnya saat dihubungi cenderawasih pos, Sabtu (4/1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *