Forkorus Nilai Polri Belum Merubah Paradigma

KECEWA-Presiden Negara Federal Republik Papua Barat, Forkorus Yaboisembut (kiri) didampingi Kepala Kepolisian NFRPB, Elias Ayakeding (kanan) memberikan keterangan di kediamannya di Sabron Yaru Distrik Sentani Barat, Minggu (5/1). Forkorus kecewa karena merasa paradigma kepolisian saat ini belum berubah. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA- Presiden Negara Federal Republik Papua Barat, Forkorus Yaboisembut mengaku  kecewa melihat paradigma di tubuh Polri yang dianggap belum merubah paradigma. Padahal dari pergantian tahun dan usia Polri yang sudah berubah paling tidak  ada hal baru yang dievaluasi dan diterapkan. Tak bisa begitu-begitu terus sebab masyarakat akan menilai.

Ia kecewa lantaran dari beberapa kegiatannya selalu dihampiri aparat dan ini bertolak belakang dengan yang namanya demokrasi damai. Didampingi Kepala Kepolisian NFRPB, Eliasy Ayakeding, Forkorus menceritakan   kejadian yang menurutnya menggambarkan tak berubahnya paradigma Polisi.

Pada 2 Desember 2019 lalu, ia melakukan jumpa pers dengan wartawan di kawasan Uncen Abepura dan tak lama ada oknum Polisi yang datang menanyakan ini itu dan mengatakan apa yang kegiatan yang dilakukan dilarang.

Ini menurutnya berlebihan. Sebab kegiatan serupa sering dilakukan di Abepura maupun wilayah lain dan tak sampai didatangi oleh Polisi kemudian melakukan interogasi. “Saya kecewa saja terlebih pada Polsek Abepura dan Polres Jayapura. Polisi seperti tidak memberikan kebebasan kepada wartawan ataupun orang perorang atau organisasi untuk menyampaikan pendapatkan  ke media secara independen. Saya melihat tak ada perubahan paradigma pada tubuh Polri. Masih kedepankan upaya lama seperti ini,” kata  Forkorus di kediamannya di Sabron Yaru  di Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Minggu (5/1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *