Ormas Katolik Papua Minta KWI dan SJ Berikan Sanksi Sosial Kepada Romo Agam

Ormas Katolik Papua yang terdiri dari Ikatan Cendikiawan Awam Katolik (ICAKAP), Komda Pemuda Katolik Provinsi Papua, dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik (PMKRI) Cabang Jayapura, saat menggelar konferensi pers di Abepura, Minggu (5/1). (Yewen/Cepos)

Romo Agam: Dengan Rendah Hati, Saya Mohon Maaf

JAYAPURA- Meskipun sudah meminta maaf secara secara tertulis maupun melalui video, tetapi organisasi masyarakat (ormas) Katolik Papua meminta kepada Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Pimpinan Konggregasi Serikat Jesuit (SJ), untuk memberikan sanksi sosial kepada Pastor Managamtua Hery Berthus Simbolon atau Romo Agam, karena komili atau khotbah yang disampaikan pada malam natal tanggal 24 Desember 2019 yang lalu di Gereja Katolik Paroki Katedral di Jakarta yang sangat menyinggung dan mencederai perasaan orang Papua.

“Kepada KWI dan SJ, agar memberi sanksi sosial Romo Agam, SJ,  agar tidak mengulangi, menciderai dan melecehkan harkat dan martabat kemanusiaan kami orang Papua sebagai citra Tuhan sama dengan manusia lainnya,” tegas Ketua Ikatan Cendikiawan Awam Papua (ICAKAP), Vinsensius Lokobal, saat  menggelar konferensi pers di Abepura, Minggu (5/1).

Menurut Vinsent, Romo Agam belum tahu kesenjangan pendidikan di Papua, tapi membuat ilustrasi, tidak mengenal mata angin, tidak tahu kiri, dan kanan, membawa persembahan sambil lompat-lompat tari susu, dan menikmati susu-susu berlompatan, sangat mencederai dan melecehkan harkat dan martabat kemanusiaan orang Papua sebagai citra Tuhan sama dengan manusia lainnya di wilayah lain yang ada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *