OAP Boleh Punya Banyak Anak, Asalkan Jarak Kelahiran Diatur

Carles Brabar, SE, M.Si  dan Drs. Nerius Auparai, M.Si. (Yewen/Cepos)

Memahami Penerapan Program Keluarga Berencana (KB) Yang Dilakukan BKKBN di Papua

Keluarga Berencana (KB) yang digelorakan hingga saat ini masih saja dianggap oleh sebagian kalangan masyarakat Papua sebagai sesuatu yang membatasi kelahiran anak, padahal manfaat KB sendiri sebenarnya adalah mengatur jaraknya kelahiran anak di Papua. Seperti apa saja penerapan KB di Papua?

Laporan: Roberth Yewen

Ada pepatah mengatakan bahwa “jika kamu mampu merencanakan keluarga dengan matang, maka suasana di dalam keluarga akan terasa seperti istana yang sangat megah dan indah”. Pepatah ini sering diungkapkan dalam memperingati hari keluarga berencana nasional yang dilaksanakan setiap tahunnya di Indonesia.

Artinya kehidupan di dalam keluarga  harus diatur dan direncanakan secara baik dan matang, terutama bagaimana mewujudkan keluarga berencana yang cerdas, sehat, dan sejahtera. Jika ini bisa diwujudkan, maka kasih sayang dan kesetiaan dalam keluarga akan terbangun dengan sendirinya dari waktu ke waktu.

Keluarga Berencana (KB) sendiri merupakan sebutan yang digelorakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tujuan utama KB adalah bagaimana merencanakan kehidupan yang cerdas, sehat dan sejahtera di dalam keluarga.

Penerapan KB di Papua sendiri mengalami banyak tantangan dan hambatan, karena berbenturan dengan budaya (culture) masyarakat di Papua yang menganggap bahwa “banyak anak, banyak rezeki”.  Apalagi bagi sebagian masyarakat Papua menganggap bahwa Papua ini luas, sehingga perlu anak sebanyak-banyaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *