Belum Ada Efek Jera, Miras Masih Banyak Beredar 

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen, SSos, MM saat melakukan razia di Jalan Yos Sudarso Wamena. (Denny/Cepos)

WAMENA-Meski jajaran Polres Jayawijaya sudah intens melakukan razia bahkan berulang kali mengerebek tempat pembuatan miras lokal di Wamena, namun peredaran minuman keras dan juga jumlah pemabuk juga masih tinggi. Hal ini diduga karena belum ada efek jera bagi para pelaku atau pembuat miras ini.

   Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen, menegaskan kepada para pembuat miras untuk berhenti melakukan aktifitas memproduksi miras. Sebab, saat ini ia tak segan-segan mengambil tindakan hukum dengan menuntut para pembuat miras ini dengan undang–undang pangan yang ancaman hukumnya 5 tahun penjara.

  “Mereka yang membuat miras ini meski ditangkap akan kembali memproduksi miras, karena mereka menganggap hukum yang dikenakan kepada mereka baik itu Perda dan tipiring hanya ringan dan bisa dibayar dengan denda masalah selesai,”ungkapnya Jumat (3/1) kemarin.

   Menurut Rumaropen, keuntungan yang diperoleh oleh para pembuat miras ini, sehari itu mereka bisa mendapatkan penghasilan Rp 20 juta hingga Rp 30 juta perharinya, sehingga dengan keuntungan yang menggiurkan ini mereka tetap memproduksi miras, namun mereka tidak menyadari jika miras ini merupakan pemicu dari kriminal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *