Karena Sedikit WNI, Semua Jadi Saudara

Tamu pesta mengikuti lomba memasukkan bola pingpong ke dalam gelas. FOTO DOAN WIDHIANDONO/JAWA POS

Kehangatan Malam Silaturahmi KBRI Nur-Sultan di Kazakhstan yang Beku

Tak banyak warga negara Indonesia (WNI) yang berdiam di Kazakhstan. Karena itu, setiap pertemuan menjelma menjadi semacam pertemuan keluarga. Hangat dan akrab. Berikut laporan DOAN WIDHIANDONO dari Nur-Sultan, Kazakhstan.

UDARA Selasa (31/12) malam itu memang membekukan. Suhu ada di angka minus 9 derajat Celsius. Salju turun tipis, tapi tak berhenti sepanjang hari. Di beberapa sudut Rumah Budaya Indonesia Nur-Sultan, Kazakhstan, tumpukan salju sudah lebih tinggi daripada dengkul.

Tapi, kebekuan itu seolah tak bisa memasuki rumah budaya yang terletak satu kompleks dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nur-Sultan, Kazakhstan, tersebut. Di dalam begitu hangat. Bukan melulu soal suhunya. Tapi juga atmosfernya. Suasananya.

Malam itu KBRI menyelenggarakan Malam Silaturahmi Keluarga Besar KBRI dan WNI di Kazakhstan. Momennya pas dengan pergantian tahun. ”Tapi tidak kami sebut sebagai pesta tahun baru,” kata Dubes RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan Rahmat Pramono. ”Tone acaranya harus netral. Haha…,” imbuh lelaki yang sudah 2,5 tahun menjabat tersebut.

Sebagai malam silaturahmi, acara itu memang dikemas seperti sebuah pertemuan keluarga yang kecil. Yang ikut tak sampai 30 orang. Sebagian adalah staf KBRI. Sebagian lagi adalah WNI yang mencari nafkah di negara Asia Tengah tersebut. Meski sedikit, jumlah itu sudah nyaris separo diaspora Indonesia di Kazakhstan. Pramono mencatat bahwa hanya ada 76 WNI yang terdaftar dalam Pemilu lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *