Gedung PU Dok IV Bisa Ambles

TERCEMAR - Aktifitas pengisian air bersih yang dikelola masyarakat adat di Dok IV dilaporkan mulai terasa asin karena tercemar air laut. Kondisi ini bisa lebih parah karena mengganggu stabilitas tanah disekitarnya.

JAYAPURA – Kebutuhan air yang dipasok dari sejumlah mata air di Dok IV membuat warga pemilik ulayat memilih “menguras” untuk dijual. Lokasi pengisian air ini berada persis di samping Gedung PU Dok IV dan setiap harinya ada puluhan bahkan seratus lebih kendaraan antri untuk memasarkan air tersebut.

Kondisi ini kembali diingatkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Kety Kailola yang mewanti-wanti soal dampak lingkungan. “Akan sangat berbahaya, saat ini airnya sudah tercemar air laut dan ke depan bisa lebih parah,” katanya, Kamis (2/1).

Pemerintah sendiri kata dia, sudah sering mengingatkan pemilik ulayat untuk tidak terlalu menguras air di mata air sekitar lokasi karena minimnya daya dukung. “Itu sejak tahun 90 an sudah kami ingatkan tapi mereka (pemilik ulayat) terus saja melepas airnya untuk dijual dan sekarang sudah tercemar air laut. Proses pencemaran ini sebenarnya sudah lama terlihat tapi nampaknya baru sekarang terasa asinnya,” imbuhnya.

Jika air di lokasi ini terus diambil maka kata Kety diyakini akan mengganggu kondisi tanah termasuk bangunan disekitarnya. “Itu gedung PU lama-lama ambles dan sangat mungkin terjadi. Kami sudah ingatkan tapi tetap tidak peduli, nanti ada dampak baru semua bingung,” cecarnya. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *