Dua Tiang Merubah Tekanan Arus Air, Petugas Pantai Harus Disiapkan

LOKASI BARU - Pantai Ciberi yang berada diujung Teluk Youtefa  menjadi satu destinasi wisata baru di Jayapura. Namun seiring munculnya pembangunan, ada perubahan lain yang harus disikapi terutama terkait dampak lingkungan. Terlihat warga berenang di lokasi tersebut, Kamis (2/1)(Gamel Cepos))

“Penilaian saya daerah itu (Ciberi) dari awal memang bukan tempat untuk mandi sebab air laut keluar masuk di lokasi tersebut. Kalaupun orang ingin mandi lokasinya lebih ke kampung Engros yang arusnya tidak terlalu kencang. Saya pikir orang di kampung tahu tentang ini,” kata Yehuda Hamokwarong, salah satu Dosen Geografi Uncen menjelaskan soal analisanya, Kamis (2/1). Yehuda sendiri bukan orang baru yang mengamati kampung-kampung di port numbay. Ia telah mengelilingi beberapa tempat dan membuat tulisan ilmiah tentang analisanya.

Lalu tiang jembatan juga menurutnya mengubah arus keluar masuk. Ibarat air di selang yang ujungnya dipersempit dipastikan terjadi tekanan airnya yang semakin kuat saat keluar. Tekanan ini semakin kuat khususnya ketika air mulai surut, tarikannya sangat kencang. Ada juga kondisi air pasang kaget atau naik tiba-tiba yang diketahui masyarakat yang biasa tinggal di pantai. “Tapi yang saya khawatirkan adalah  tarikan air surut. Disitu arusnya bisa menarik orang 2 hingga 3 Km dari bibir pantai. Ini karena chanel atau saluran yang  dipersempit tadi dan penyempitan ini juga berdampak pada yang lain yakni terjadinya abrasi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.