Miras Jadi Pemicu Utama Pencurian dan Penganiyaan

Konferensi press akhir tahun yang digelar Kapolres Biak Numfor  AKBP Mada Indra Laksanta, SIK, MSi di ruang rapat Polres Biak Numfor, Selasa (31/12) malam. (Fiktor/Cepos)

BIAK-Kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Biak Numfor sepanjang tahun 2019 didominasi kasus pencurian, penganiayaan dan kasus perlindungan anak. Di data yang ada di Polres Biak Numfor secara keseluruhan terdapat 524 kasus, dari jumlah sebanyak itu sudah 416 kasus (78 %) telah tuntas penyelesaiannya.

  Kapolres Biak AKBP Mada Indra Laksanta, SIK.,M.Si mengungkapkan rata-rata kasus tindak pidana itu terjadi karena dipicu oleh minuman keras. Dimana pelaku sebelum melakukan tindak pidana, ternyata sudah dalam kondisi dipengaruhi miras. Bahkan menurutnya, dari catatan yang dimiliki pihaknya 75 % kasus terjadi di tahun 2019 karena pelaku sebelumnya dipengaruhi miras.

  “Jadi kalau ditelusuri apa penyebab pelaku melakukan tindak pidana itu, maka penyebab utamanya adalah minuman keras. Sebelum melakukan aksinya, pelaku sudah dalam keadaan mabuk karena sebelumnya sudah meneguk minuman keras (miras), catatan kami ada 78 % kasus pelakunya dipengaruhi miras,” kata Kapolres Mada ketika memberikan kerangan pers, Selasa (31/12) malam.

  Tentang kasus Narkoba, sepanjang tahun 2019 Polres Biak Numfor menangani 6 kasus. Penganganan kasus narkoba di Satnarkoba Polres Biak Numfor itu 1 kasus diantaranya dalam tahap penyelidikan sedangkan 5 kasus narkoba lainnya sudah dinyatakan P21 alias berkasnya sudah lengkap di tingkat penyidik. Kasus narkoba itu rata-rata didominasi kasus ganj.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *